Pemerintah lelang sukuk Rp 4 triliun pekan depan



JAKARTA. Pemerintah menggelar lelang surat utang syariah negara (SBSN) atau sukuk, Selasa (3/5). Lelang ini menargetkan bisa menyerap dana Rp 4 triliun.

Dalam lelang tersebut, pemerintah menawarkan satu seri anyar yakni SPN-S04112916 (new issuance) yang akan jatuh tempo 4 November 2016 dengan underlying asset barang milik negara berupa tanah dan bangunan. Kemudian, empat seri lawas, yakni PBS006 yang akan jatuh tempo 15 September 2020. Seri ini menawarkan imbalan 8,25%.

Lalu, seri PBS009 (re-opening) yang akan jatuh tempo 25 Januari 2018 dengan imbalan 7,75%. Seri PBS011 (re-opening) yang akan jatuh tempo 15 Augustus 2023 dengan imbalan 8,75% serta seri PBS012 yang akan jatuh tempo 15 November 2031 dengan imbalan 8,87%.


Untuk seri PBS, pemerintah menggunakan underlying asset proyek atau kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 dan BMN.

Lelang sukuk dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pada prinsipnya, semua pihak baik investor individu atau institusi institusi dapat menyempatkan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Senior Fixed Income Portfolio Manager Samuel Aset Manajemen Herbie Mohede memperkirakan lelang masih akan dibanjiri investor. Total permintaan yang masuk diprediksi tidak akan jauh berbeda dibandingkan lelang sebelumnya. "Lelang masih akan bagus, belum ada kondisi yang perlu dikhawatirkan," ujar Herbie, Kumar (29/4).

Dalam lelang sukuk Selasa (19/4), pemerintah mengalami total permintaan Rp 15,31 triliun. Saat itu, pemerintah menyerap lelang sebesar Rp 6,18 triliun atau di atas target yang sebesar Rp 4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto