Pemerintah masih hitung dampak ekonomi Asian Games



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia masih menghitung dampak ekonomi dari penyelenggaraan Asian Games ke 18.

Indonesia menjadi tuan rumah yang menyelenggarakan perhelatan olahraga terbesar di Asia tersebut. Ini tentu membawa dampak ekonomi bagi Indonesia.

Pengelolaan keuangan untuk penyelenggaraan Asian Games dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU). Selain mendapatkan uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penyelenggaraan Asian Games juga mendapatkan dana dari sponsor, penjualan tiket, dan merchandise.


"Nanti kami hitung berapa pemasukannya karena tadi kan masih ada kewajiban yang harus kita bayarkan," ujar Kepala Keuangan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Gatot S Dewa Broto saat konferensi pers di Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Senin (3/9).

Penyelenggara Asian Games memiliki kewajiban yang perlu dibayarkan kepada Olympic Council of Asia (OCA). Gatot bilang berdasarkan ketentuan hasil keuntungan Asian Games dibagi 50:50 dengan OCA.

Sementara itu pemerintah juga belum menghitung dampak ekonomi yang didapat di luar pemasukan Asian Games. Asal tahu saja, sebelumnya pemerintah menargetkan Asian Games akan dihadiri sekitar 11.000 atlet dan 5.000 official dari 45 negara.

Selain itu diprediksi ada 7.000 orang perwakilan media asing dan 2 juta penonton, baik domestik maupun mancanegara yang akan berpartisipasi pada acara tersebut. Dari angka tersebut pemerintah menghitung nilai ekonomi Asian Games mencapai lebih dari Rp 40 triliun.

Nilai tersebut juga didorong dari pembangunan yang dilakukan dalam persiapan Asian Games. Total biaya yang dikeluarkan untuk persiapan Asian Games sejak tahun 2015 mencapai Rp 23,9 triliun.

"Pembangunan sarana prasarana Rp 13,6 triliun, pembinaan atlet Rp 2,1 triliun, dan penyelenggaraan Rp 8,1 triliun," terang Direktur Anggaram Bidang PMK, Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggara, Kementerian Keuangan (Kemkeu) Purwanto.

Purwanto bilang dari anggaran yang diberikan oleh pemerintah, sebagian akan kembali pada pemerintah. Ia mencontohkan pajak makanan selama penyelenggaraan Asian Games yang mencapai sekitar Rp 1 triliun akan kembali para pemerintah.

Namun, saat ini masih perlu penghitungan lebih lanjut. Purwanto bilang nantinya akan dilakukam audit terlebih dahulu oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap BLU pengelola keuangan Asian Games.

Keberhasilan pelaksanaan Asian Games juga membuat Indonesia berniat untuk menjadi tuan rumah olimpiade. "Sukses Asian Games perlu dilanjutkan, Presiden memastikan Indonesia akan ikut mengajukan diri sebagai penyelenggara untuk olimpiade 2032," tutur Menko bidang PMK Puan Maharani.

Melihat peserta olimpiade yang lebih besar tentunya akan lebih menguntungkan bagi ekonomi Indonesia. Selain ekonomi, menjadi penyelenggara olimpiade dinilai akan meningkatkan perkembangan olahraga Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi