Pemerintah menanggapi positif terkait perbaikan ekonomi China di kuartal I-2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemko) Perekonomian menanggapi positif terhadap data perbaikan ekonomi China pada kuartal I-2019. Pasalnya, kondisi ekspor juga dapat terpacu. Apalagi China merupakan negara tujuan utama ekspor.

"Betul (memberi sinyal positif)," jawab Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemko Perekonomian Iskandar Simorangkir saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (18/4).

Kendati memberi sinyal positif, hingga saat ini neraca dagang ke China masih defisit. Per Maret 2019 defisit ke China mencapai US$ 5,18 miliar. Angka tersebut membengkak bila dibanding per Desember 2018 yang sebesar US$ 3,8 miliar.


Iskandar optimistis apabila perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China segera mereda maka neraca dagang akan jauh lebih membaik karena ada kenaikan permintaan seperti yang tercermin dari peningkatan pertumbuhan ekonomi China.

Pemerintah akan terus mendorong ekspor keunggulan komparatif. Sayangnya pemerintah tidak memasang target untuk bisa membuat neraca dagang dengan China surplus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto