KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (9/10), pemerintah resmi membuka masa penawaran Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR001. Sebelumnya, di Maret, pemerintah sempat menawarkan CWLS seri SW01 melalui private placement. Kali ini, SWR01 akan ditawarkan pada wakif individu dan institusi. Masa penawaran berlangsung mulai 9 Oktober hingga 12 November 2020. Jika pada SW01 memiliki tenor lima tahun, SWR01 memiliki tenor 2 tahun. Tingkat imbalan atau kupon tetap ditetapkan pemerintah di 5,5% per tahun. Dalam keterangan tertulis, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menjelaskan imbalan/kupon tersebut akan disalurkan ke kegiatan sosial yang memiliki dampak sosial dan ekonomi untuk masyarakat. Penyaluran imbalan akan dilakukan oleh Nazhir yang kredibel yang ditunjuk oleh Lebaga keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dan disetujui oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai regulator dan pengawas Nazhir. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelola dan penyaluran dana imbalan CWLS, maka Nazhir wajib membuat laporan kepada BWI, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan dan Wakif (pembeli CWLS).
Pemerintah menawarkan Cash Waqf Linked Sukuk Ritel, minimal pembelian Rp 1 juta
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (9/10), pemerintah resmi membuka masa penawaran Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR001. Sebelumnya, di Maret, pemerintah sempat menawarkan CWLS seri SW01 melalui private placement. Kali ini, SWR01 akan ditawarkan pada wakif individu dan institusi. Masa penawaran berlangsung mulai 9 Oktober hingga 12 November 2020. Jika pada SW01 memiliki tenor lima tahun, SWR01 memiliki tenor 2 tahun. Tingkat imbalan atau kupon tetap ditetapkan pemerintah di 5,5% per tahun. Dalam keterangan tertulis, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menjelaskan imbalan/kupon tersebut akan disalurkan ke kegiatan sosial yang memiliki dampak sosial dan ekonomi untuk masyarakat. Penyaluran imbalan akan dilakukan oleh Nazhir yang kredibel yang ditunjuk oleh Lebaga keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dan disetujui oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai regulator dan pengawas Nazhir. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelola dan penyaluran dana imbalan CWLS, maka Nazhir wajib membuat laporan kepada BWI, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan dan Wakif (pembeli CWLS).