KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019. Hal ini sebagai bentuk koordinasi penyelarasan rencana pembangunan nasional antara pusat dan daerah. Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro mengatakan, Musrenbangnas bertujuan untuk memusyawarahkan Rancangan RKP bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dalam rangka mendapatkan masukan untuk penyempurnaan Rancangan RKP. “Proses penyusunan RKP 2019 diawali dengan penyusunan Rancangan Awal RKP oleh Kementerian PPN/Bappenas sesuai dengan Agenda Prioritas NAWA CITA,” ujarnya dalam acara Musrenbangnas RKP 2019. Bambang melanjutkan, pada Musrenbangnas tahun ini, pembahasan tidak hanya dilakukan untuk proyek-proyek prioritas kementerian/lembaga, tapi juga untuk usulan dana alokasi khusus (DAK) fisik afirmatif dan penugasan. “Harapannya, usulan DAK dan proyek-proyek prioritas bisa dilaksanakan secara lebih sinergis,” tambahnya.
Pemerintah menggelar Musrenbangnas mulai hari ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019. Hal ini sebagai bentuk koordinasi penyelarasan rencana pembangunan nasional antara pusat dan daerah. Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro mengatakan, Musrenbangnas bertujuan untuk memusyawarahkan Rancangan RKP bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dalam rangka mendapatkan masukan untuk penyempurnaan Rancangan RKP. “Proses penyusunan RKP 2019 diawali dengan penyusunan Rancangan Awal RKP oleh Kementerian PPN/Bappenas sesuai dengan Agenda Prioritas NAWA CITA,” ujarnya dalam acara Musrenbangnas RKP 2019. Bambang melanjutkan, pada Musrenbangnas tahun ini, pembahasan tidak hanya dilakukan untuk proyek-proyek prioritas kementerian/lembaga, tapi juga untuk usulan dana alokasi khusus (DAK) fisik afirmatif dan penugasan. “Harapannya, usulan DAK dan proyek-proyek prioritas bisa dilaksanakan secara lebih sinergis,” tambahnya.