Pemerintah Menyerap Rp 13,85 Triliun pada Lelang SBSN Perdana Tahun 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mencatatkan total penawaran hingga Rp 17,45 triliun pada pelaksanaan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) perdana tahun 2023, Selasa (10/1). Dari total penawaran masuk, pemerintah memenangkan Rp 13,85 triliun. Jumlah tersebut hanya sedikit di bawah target indikatif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14 triliun. 

"Walau kurang hanya Rp 159 miliar, tapi tambahan cost sangat tinggi maka tidak harus dipenuhi," kata Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, Selasa (10/1).

Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (10/1), pemerintah melelang enam seri SBSN. Penawaran yang paling banyak masuk adalah untuk seri PBS036 (reopening) dengan total nilai Rp 5,30 triliun.


Baca Juga: Lelang SBSN Selasa (10/1) Akan Didominasi Oleh Investor Domestik

Secara rinci, jumlah nominal yang dimenangkan untuk PBS036 (reopening) adalah sebesar Rp 3,95 triliun dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,31%. Seri ini mempunyai tingkat imbalan 5,37% dengan tanggal jatuh tempo 15 Agustus 2025.

Kemudian, jumlah nominal yang dimenangkan untuk SPNS11072023 (new issuance) sebesar Rp 4,7 triliun dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,999%. Seri ini mempunyai tingkat imbalan diskonto dengan tanggal jatuh tempo 11 Juli 2023.

Untuk seri PBS037 (new issuance) jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp 1,65 triliun dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 7,09239%. Seri ini mempunyai tingkat imbalan 6,87500% dengan tanggal jatuh tempo 15 Maret 2036.

Lalu, untuk seri PBS003 (reopening), jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp 2,8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,39343%. Seri ini memiliki tingkat imbalan 6,00000% dengan tanggal jatuh tempo 15 Januari 2027.

Baca Juga: Pemerintah Akan Terbitkan 8 Seri SBN Ritel di 2023, Ini Jadwalnya

Jumlah nominal yang dimenangkan untuk PBS033 (reopening) sebesar Rp 610 miliar dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 7,29997%. Seri ini memiliki tingkat imbalan 6,75000% dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2047.

Terakhir, untuk seri PBS034 (reopening), jumlah nominal yang dimenangkan Rp 140 miliar dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 7,16848%. Seri ini memiliki tingkat imbalan 6,50000% dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2039.

Sebagai informasi, underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2023 yang telah mendapat persetujuan DPR RI melalui UU Nomor 28 Tahun 2022 tentang APBN Tahun Anggaran 2023 dan sebagian berupa Barang Milik Negara. Sementara underlying asset penerbitan seri SPN-S menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati