Pemerintah Menyusun Transformasi Ekonomi Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan transformasi ekonomi digital akan dilakukan dengan mementingkan pembangunan ekonomi yang adil dan merata. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan pemerintah sudah mempunyai arahan trasformasi ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan sebagai salah satu strategi menuju Indonesia Maju 2045.

Misalnya, menurut Amalia, dalam program pemerintah adalah  menggeser ekonomi dari mengandalkan sektor ekstraktif ke pengetahuan yang inovatif. Lalu mengurangi ketergantungan  komoditas dan menggantinya ke industri yang bernilai tambah.  

Dalam RPJMN 2020-2024, menurut Amalia, transformasi digital diarusutamakan agar dapat bermanfaat dan dimanfaatkan oleh berbagai sektor serta didukung dengan perluasan infrastruktur digital dan penguatan ekosistem digital. Bappenas sendiri sedang menyiapkan masterplan pengembangan industri digital Indonesia yang kami arahkan untuk mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam rangka penguatan pasokan dan konsumsi produk industri digital secara nasional.


“Transformasi digital akan diarahkan untuk menjadi pengungkit ekonomi nasional sekaligus ekonomi yang produktif dan inklusif,” kata Amalia dalam webinar Knowledge Sector Initiative (KSI)  bertema “Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Melalui Pendekatan Digital”.

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Chair of the G20 Development Working Group, Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan menyebutkan  arahan kebijakan terkait potensi Indonesia dalam mendorong ekonomi hijau dan biru untuk meningkatkan transformasi ekonomi digital.

Menurutnya pemanfaatan ekonomi biru dan ekonomi hijau dalam mendorong transformasi digital dapat terjadi dalam dua arah.

Pertama, ekonomi hijau dan ekonomi biru dapat mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mengurangi dampak langsung sistem ekonomi terhadap lingkungan melalui peningkatan efisiensi energi, peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan, dan perbaikan pada sistem daur ulang proses produksi.

Kedua, terciptanya ekonomi hijau dan biru memberikan dampak secara tidak langsung kepada lingkungan dengan efisiensi produksi dan konsumsi barang dan jasa.

“Sinergi penerapan ekonomi hijau dan biru melalui transformasi digital akan mendorong perubahan sistemik yang menghasilkan struktur ekonomi sosial dan masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan.” kata Scenaider.

Acting Minister Counsellor, Governance and Human Development, Kedutaan Besar Australia, Simon Ernst menyatakan dalam satu dekade terakhir ini telah bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia melalui KSI.

Simon juga menyampaikan bahwa selama satu dekade pelaksanaan program, KSI telah berkontribusi secara positif bagi sektor pengetahuan di Indonesia dalam mendukung kebijakan berbasis bukti.

“Kemitraan ini telah melahirkan beberapa warisan penting dalam sepuluh tahun terakhir, diantaranya yaitu: organisasi yang lebih kuat, kualitas penelitian yang meningkat, dan keberlanjutan keuangan dari 16 Lembaga Riset Kebijakan,” kata Simon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Lamgiat Siringoringo