JAKARTA. Pemerintah benar-benar gagal mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Karena habis, pemerintah harus mengajukan tambahan kuota premium dan kawan-kawannya sebanyak 500.000 kilo liter (kl) hingga 1 juta kl. Kuota BBM bersubsidi tahun ini yang sebesar 40,49 juta kl bakal ludes pada minggu ketiga bulan ini. "Kami meminta tambahan kuota 500.000 hingga 1 juta kiloliter," tandas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo, Rabu (7/12). Kalau tambahan kuota ini mendapat lampu hijau dari DPR, pemerintah mesti merogoh kocek dalam, sampai Rp 3 triliun. Sebab, "Tiap tambahan 500.000 kiloliter, diperkirakan uangnya sekitar Rp 1,5 triliun," kata Pri Agung Rakhmanto, pengamat migas.
Pemerintah mintah tambah BBM subsidi 1 juta kiloliter
JAKARTA. Pemerintah benar-benar gagal mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Karena habis, pemerintah harus mengajukan tambahan kuota premium dan kawan-kawannya sebanyak 500.000 kilo liter (kl) hingga 1 juta kl. Kuota BBM bersubsidi tahun ini yang sebesar 40,49 juta kl bakal ludes pada minggu ketiga bulan ini. "Kami meminta tambahan kuota 500.000 hingga 1 juta kiloliter," tandas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo, Rabu (7/12). Kalau tambahan kuota ini mendapat lampu hijau dari DPR, pemerintah mesti merogoh kocek dalam, sampai Rp 3 triliun. Sebab, "Tiap tambahan 500.000 kiloliter, diperkirakan uangnya sekitar Rp 1,5 triliun," kata Pri Agung Rakhmanto, pengamat migas.