KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menaikkan batas maksimal pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari semula 10 kilogram menjadi 25 kilogram per konsumen. Kebijakan ini ditempuh untuk menahan laju kenaikan harga beras yang masih bertahan tinggi di pasar. Seiring kebijakan tersebut, Perum Bulog menyiapkan pasokan beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton sepanjang 2026.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dan menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, terutama di tengah kenaikan harga gabah yang berpotensi menekan biaya produksi dan mendorong harga beras di tingkat konsumen.
Baca Juga: Bapanas Naikkan Batas Pembelian Beras SPHP Jadi 25 Kg Mulai Februari Dari sisi ketersediaan, Bulog mengawali Januari 2026 dengan stok beras sebesar 3,36 juta ton. Stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 3,23 juta ton serta stok komersial sekitar 129.000 ton. Jumlah ini dinilai memadai untuk menopang program SPHP sekaligus berbagai langkah intervensi pasar lainnya. Meski demikian, besarnya stok belum sepenuhnya berdampak pada penurunan harga di pasar. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dan Kementerian Perdagangan menunjukkan harga beras pada bulan lalu masih berada di kisaran Rp15.800 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk memperkuat efektivitas penyaluran, Bulog juga menyiapkan skema beras SPHP satu harga secara nasional.
Baca Juga: Bulog Akui Penyaluran Beras SPHP Jauh dari Target 1,5 Juta Ton Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram di tingkat konsumen, dengan harga Rp11.000 per kilogram di gudang Bulog, sehingga pengecer tetap memperoleh margin distribusi. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan HET beras SPHP direncanakan Rp12.500 per kilogram di tingkat konsumen, dengan harga Rp11.000 per kilogram di gudang Bulog. "Sehingga pengecer memperoleh margin sekitar Rp1.500 per kilogram," ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Dengan kombinasi stok besar, penyaluran 1,5 juta ton SPHP, dan kenaikan kuota pembelian, pemerintah berharap tekanan harga beras dapat diredam lebih efektif sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News