Pemerintah optimistis penyaluran KPR subsidi FLPP sesuai target



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis target penyaluran KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun ini bisa tercapai.

Lana Winayanti Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR mengatakan, sama seperti tahun sebelumnya, penyaluran KPR subsidi biasanya akan meningkat pesat pada kuartal keempat.

Menurut catatan Kementerian PUPR, dari target penyaluran KPR FLPP 60.000 unit sampai akhir tahun pada September 2018 baru tercapai 17.000 unit.


“Akan kami evaluasi awal bulan ini,” kata Lana kepada kontan.co.id, Senin (1/10). Menurut Lana, memang ada beberapa bank yang sudah memenuhi target penyaluran KPR FLPP ada yang belum.

Sebelumnya pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengevaluasi sejumlah bank yang menyalurkan subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Direktur Utama PPDPP Budi Hartono akan mengundang semua bank penyalur FLPP pada Oktober mendatang untuk dievaluasi kinerjanya agar bisa mencapai target yang ditentukan.

Tercatat ada 43 bank penyalur FLPP, terdiri dari 11 bank umum nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD). Harga rumah subsidi FLPP ini dipatok sekitar Rp 130 juta untuk di Pulau Jawa dan Sumatra, sedangkan di Kalimantan lebih kurang Rp 148 juta.

Untuk tenor KPR rata-rata 10 tahun, 15 tahun hingga 20 tahun, dengan bunga 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati