Pemerintah Petakan 88 Kabupaten/Kota Jadi Target Pengentasan Kemiskinan Ektrem



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dengan target mencapai 0% pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui fokus penanganan di sejumlah daerah prioritas serta penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan pemerintah telah memetakan 88 kabupaten/kota yang menjadi prioritas percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem pada tahun ini.

"Dalam hal ini ada 88 kab/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan supaya kabupaten/kota ini segera menjadi konsentrasi kementerian lembaga agar kemiskinan ekstrem 0% 2026 bisa terwujud," kata Cak Imin di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026).


Menurutnya, pemerintah juga terus mengevaluasi efektivitas penyaluran bansos agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Baru Enam Bulan, Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Raih Investasi US$ 30 Miliar

Cak Imin menegaskan seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) diminta menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0% pada 2026. Target tersebut sejalan dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Selain fokus pada kemiskinan ekstrem, pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan nasional secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mencatat angka kemiskinan nasional pada 2024 berada di level 8,57%. Angka tersebut kemudian turun menjadi 8,25% pada 2025.

"Dan hari ini kita terus kejar sampai di angka 7,36% tahun 2026. Kemudian, target kemiskinan ektrem 0,99% dan tahun ini maksimal 0,38 atau akhir tahun 0%," urai Cak Imin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News