Pemerintah Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Perkuat Jalur Logistik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah meresmikan 1.151 kilometer jalan daerah  di 37 provinsi di seluruh Indonesia. 

Presiden Prabowo Subianto menegaskas bahwa keberadaan jalan ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian rakyat di daerah. 

“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” ujar Presiden dalam Peresmian Jalan Daerah Sepanjang 1.151 Km, dipantau secara daring, Selasa (23/6/2026). 


Presiden menekankan bahwa jalan daerah merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 10,8% pada Mei 2026, Simpanan Valas Melonjak

“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” kata Prabowo. 

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan jalan ini merupakan amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 diarahkan untuk memperkuat konektivitas logistik nasional.

Menurut Dody, jalan yang dibangun ini diprioritaskan menghubungkan kawasan produksi dengan pasar sehingga distribusi barang menjadi lebih efisien.

“Melalui program Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah pusat meyakinkan bahwa rantai pasok berjalan lancar dari hulu hingga hilir dan menghubungkan langsung wilayah-wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Dody dalam konferensi pers dipantau secara daring melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026). 

Ia menjelaskan, ruas-ruas jalan yang dibangun dipilih berdasarkan fungsinya dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menghubungkan kawasan produksi dengan pasar, pembangunan juga mencakup jalan daerah yang terkoneksi dengan jalan nasional serta akses menuju kawasan permukiman dan pusat pelayanan.

Dody menyebut pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat sistem logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memangkas waktu tempuh dan memperlancar arus distribusi barang, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.

Ia menambahkan, pembangunan jalan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata hingga ke berbagai daerah.

“Jalan yang kami resmikan hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah,” ungkap Dody. 

Baca Juga: Kemenkeu Mulai Cicil Tunggakan DBH ke Pemda pada Juli 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News