KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia masih menunggu kejelasan terkait kesepakatan akhir tarif dagang alias reciprocal trade dengan Amerika Serikat (AS) yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berharap setelah 12 Juli 2026 sudah mendapatkan kepastian mengenai hasil akhir kesepakatan perdagangan resiprokal antara Indonesia dan AS yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia. "Setelah 12 Juli, kami berharap sudah memperoleh kejelasan mengenai kesepakatan akhir perdagangan timbal balik (reciprocal trade) dengan Amerika Serikat, yang telah ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden terkait," ujar Airlangga dalam agenda Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7/2026).
Pemerintah RI Tunggu Kejelasan Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS Setelah 12 Juli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia masih menunggu kejelasan terkait kesepakatan akhir tarif dagang alias reciprocal trade dengan Amerika Serikat (AS) yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berharap setelah 12 Juli 2026 sudah mendapatkan kepastian mengenai hasil akhir kesepakatan perdagangan resiprokal antara Indonesia dan AS yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia. "Setelah 12 Juli, kami berharap sudah memperoleh kejelasan mengenai kesepakatan akhir perdagangan timbal balik (reciprocal trade) dengan Amerika Serikat, yang telah ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden terkait," ujar Airlangga dalam agenda Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7/2026).