JAKARTA. Ancaman tenggelamnya Jakarta dan kemacetan yang luar biasa di masa-masa Lebaran kemarin seharusnya sudah menjadi indikasi yang cukup untuk pemerintah menyadari timpangnya pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Menurut Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani, salah satu usulan dari KEN kepada pemerintah penciptaan simpul pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa. "Selama ini, uang bertumpuk di Jawa dan Sumatera. Memang ada upaya pemerintah untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), tapi itu terlalu besar," katanya. Untuk itulah, pemerintah sebaiknya mengambil saja satu daerah yang memiliki potensi pangan. "Pilih daerah tertentu, terutama yang memiliki inflasi tinggi. Perlu diingat bahwa inflasi kita selama ini sangat didominasi oleh bahan makanan,” paparnya.
Pemerintah sebaiknya giat membangun simpul ekonomi
JAKARTA. Ancaman tenggelamnya Jakarta dan kemacetan yang luar biasa di masa-masa Lebaran kemarin seharusnya sudah menjadi indikasi yang cukup untuk pemerintah menyadari timpangnya pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Menurut Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani, salah satu usulan dari KEN kepada pemerintah penciptaan simpul pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa. "Selama ini, uang bertumpuk di Jawa dan Sumatera. Memang ada upaya pemerintah untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), tapi itu terlalu besar," katanya. Untuk itulah, pemerintah sebaiknya mengambil saja satu daerah yang memiliki potensi pangan. "Pilih daerah tertentu, terutama yang memiliki inflasi tinggi. Perlu diingat bahwa inflasi kita selama ini sangat didominasi oleh bahan makanan,” paparnya.