KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menawarkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai alternatif investasi dengan imbal hasil yang dinilai kompetitif dibandingkan deposito. Deputi Direktur Pembiayaan Syariah/Ketua Tim Kerja Pengelolaan Portofolio SBSN, Suharianto menyebut imbal hasil SBSN berpotensi berada di sekitar 7%, sementara pajak atas imbal hasil sukuk lebih rendah. Suharianto mengatakan, tingkat imbal hasil tersebut menarik jika dibandingkan dengan bunga deposito yang berada di kisaran 3%-4%. "Kalau kita lihat dari sisi return-nya, kalau dibandingkan deposito-deposito 3-4% sudah lumayan, gitu ya. Nah, ini kita bisa tawarkan dengan imbalan 7%," ujar Suharianto dalam paparannya saat acara Seminar Manfaat Sukuk Negara kepada stakeholder kampus perguruan tinggi, Senin (10/8/2026).
Pemerintah Sebut Investasi di SBSN Lebih Menarik dengan Imbal Hasil 7% & Pajak Rendah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menawarkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai alternatif investasi dengan imbal hasil yang dinilai kompetitif dibandingkan deposito. Deputi Direktur Pembiayaan Syariah/Ketua Tim Kerja Pengelolaan Portofolio SBSN, Suharianto menyebut imbal hasil SBSN berpotensi berada di sekitar 7%, sementara pajak atas imbal hasil sukuk lebih rendah. Suharianto mengatakan, tingkat imbal hasil tersebut menarik jika dibandingkan dengan bunga deposito yang berada di kisaran 3%-4%. "Kalau kita lihat dari sisi return-nya, kalau dibandingkan deposito-deposito 3-4% sudah lumayan, gitu ya. Nah, ini kita bisa tawarkan dengan imbalan 7%," ujar Suharianto dalam paparannya saat acara Seminar Manfaat Sukuk Negara kepada stakeholder kampus perguruan tinggi, Senin (10/8/2026).