Pemerintah Sebut Modal Awal Danantara Development Management Fund Tak Pakai APBN



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah menegaskan, bawah pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen baru pembiayaan investasi tidak akan menggunakan dana APBN sebagai modal awal.

Pelaksana Tugas (Plt.)/Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto mengatakan, DDMF merupakan bagian dari Danantara yang akan digunakan untuk mengembangkan proyek-proyek besar dan strategis jangka panjang.

"Development Management Fund kan ini kan suatu dari Danantara yang akan digunakan untuk melakukan proyek-proyek besar. Seperti misalnya mobil listrik nasional yang menurut informasi akan diluncurkan tahun 2028," ujar Ferry kepada Kontan saat dikonfirmasi dalam agenda konferensi pers bersama Badan Komunikasi (Bakom) pemerintah RI di Jakarta, Rabi (19/8/2026).


Baca Juga: Kuota BBM Subsidi Dipangkas 58,5% pada 2027, Pengguna Pertalite Bersiap Terimbas

Selain mobil listrik nasional yang fasilitas produksinya telah dibangun di Karawang, DDMF juga dapat digunakan untuk mendukung pembangunan Giant Sea Wall di Pantura.

"Karena itu merupakan bagian dari Danantara, maka itu akan dilakukan oleh Danantara itu sendiri. Mereka juga bisa melakukan pembiayaan inovatif seperti blended finance, tapi tidak akan, setahu saya tidak akan menggunakan dana dari APBN," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di DPR memperkenalkan DDMF sebagai instrumen baru Danantara untuk menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang belum dapat dibiayai melalui investasi komersial jangka pendek.

Prabowo menegaskan, skema tersebut dirancang agar proyek-proyek strategis yang membutuhkan waktu panjang untuk menghasilkan manfaat ekonomi tidak sepenuhnya bergantung pada APBN.

"DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tetapi belum dapat dibiayai dengan investasi komersial jangka pendek. Dan juga yang kita hindari harus dibiayai dari APBN," jelas Prabowo, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia yang harus diarahkan menjadi instrumen pembangunan kapasitas bangsa dalam jangka panjang. Salah satu proyek yang menjadi sasaran DDMF adalah pengembangan mobil nasional.

Pemerintah menargetkan produksi mobil nasional secara massal mulai akhir 2028. Fasilitas produksi untuk proyek tersebut telah dibangun di Subang.

Selain mobil nasional, pemerintah juga mengembangkan motor nasional. Prabowo menyebut ekosistem motor nasional telah mulai berjalan dengan keterlibatan dua perusahaan swasta besar dan dua BUMN yang telah memulai produksi motor listrik.

Sementara itu, proyek jangka panjang lainnya yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan Giant Sea Wall di Pantura. Prabowo menilai pembangunan tanggul laut raksasa tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk melindungi kawasan Pantura dari ancaman kenaikan permukaan laut.

"Kita juga harus membangun proyek Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa, ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang," tegas Prabowo.

Pembangunan Giant Sea Wall diperkirakan membutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun. Namun, pemerintah akan membagi proyek tersebut menjadi 15 segmen sehingga apabila dikerjakan secara serentak, penyelesaiannya dapat dipercepat menjadi sekitar delapan tahun.

Baca Juga: Siap-Siap! Pemerintah Kejar Pajak Konsumsi Rp 1.126 Triliun di 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News