Pemerintah Siap Implementasikan B40 Mulai Awal Tahun Depan



KONTAN.CO.ID - SUBANG. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap mengimplementasikan program B40 pada awal tahun depan.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, uji jalan telah dilakukan sejak akhir Juli 2022 dan ditargetkan berakhir dalam bulan ini.

"Bulan depan kita bisa berikan sesuatu untuk Presiden, kita pakai B40 1 Januari," ungkap Arifin tatkala melepas rombongan uji jalan B40 di Subang, Jawa Barat, Selasa (1/10).


Arifin mengungkapkan, dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan saat ini, produk B40 dinilai bisa menjawab kebutuhan energi saat ini. Selain itu, penggunaan B40 juga diklaim bisa mendukung upaya pengurangan emisi kendaraan. Arifin menjelaskan, pemerintah ke depannya memiliki target untuk memanfaatkan semua sumber energi yang ada.

Konflik Rusia-Ukraina yang memberikan dampak pada ketersediaan energi global dinilai telah memberikan gambaran untuk pentingnya menjaga pasokan dan ketahanan energi.

"Minyak digunakan untuk transport di darat, laut dan udara. Makanya sekarang kita harus berbenah, buru-buru untuk mencoba memanfaatkan sumber-sumber energi yang terbarukan," jelas Arifin.

Baca Juga: Pembebasan Pungutan Ekspor CPO hingga Desember Bisa Jaga Harga TBS Sawit

Arifin menambahkan, dengan rangkaian ujicoba yang dilakukan, pemerintah berharap target B100 dapat terwujud nantinya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengungkapkan, sejumlah tahapan pengawasan dan evaluasi sudah dilakukan.

Dalam proses ujicoba kali ini, salah satu aspek yang diuji adalah ketahanan filter kendaraan. Jika sebelumnya setiap kendaraan menempuh 10 ribu km maka filter kendaraan akan diganti. Akan tetapi, dalam ujicoba yang dilakukan kali ini filter kendaraan diganti ketika memang harus diganti. 

"Saat ini filter semua lolos, angka 20 ribu km sampai 30 ribu km baru kita anti filternya," ungkap Dadan dalam kesempatan yang sama.

Dadan melanjutkan, demi bisa memuluskan implementasi B40 maka da sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan terutama kesiapan infrastruktur dari Pertamina dan Badan Usaha BBM lainnya. Menurutnya, saat ini fasilitas pencampuran yang dimiliki dirancang untuk B30. Untuk itu, perlu ada adaptasi jika kemudian program B40 hendak dijalankan.

Saat ini kapasitas produksi biodiesel tanah air sekitar 16,3 juta kl. Adapun, implementasi B40 diperkirakan bakal membutuhkan biodiesel mencapai 15 juta-an kl.

"Tapi biasanya pabrik itu berjalan (utilisasi) di angka 80%-85%. Tapi gak usah khawatir, kita akan masuk pabrik baru di awal tahun depan, kapasitas hampir 1,5 juta kl," jelas Dadan.

Baca Juga: Uji Jalan B40 Kelar Akhir Tahun Ini, Begini Hasil Sementaranya

Dadan melanjutkan, tingkat efisiensi B40 dari hasil uji jalan sementara di kisaran 1,4%. Di sisi lain, Menteri ESDM Arifin Tasrif pun mendorong adanya peningkatan kapasitas dan infrastruktur.

Menanggapi hal ini, Direktur utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengungkapkan, pihaknya siap menjalankan instruksi dari pemerintah.

"(Tapi) tentu ada idealnya kita dikasih waktu mempersiapkan lebih baik seperti infrastruktur tangki sudah gak masalah. Beberapa sistem kita kan ada yang blending, kita cek. Intinya kami siap," kata Alfian.

Alfian mengungkapkan, dalam waktu satu hingga dua bulan pihaknya siap untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur biodiesel yang dimiliki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .