Pemerintah Siapkan Anggaran Darurat Bencana Rp 5 Triliun, Purbaya: Bisa Ditambah



KONTAN.CO.ID-JAKARTA Pemerintah memastikan ketersediaan anggaran untuk menangani kondisi darurat bencana di seluruh Indonesia. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp 5 triliun yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk penanggulangan bencana.

Purbaya menyampaikan hal tersebut di sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026). 


Baca Juga: Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah, BNPB Catat Gempa M6,2 di Sulteng

Menurutnya, dana tersebut bersifat siap pakai atau on call dan dapat ditambah apabila kebutuhan di lapangan melebihi anggaran yang tersedia.

"Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp 5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB," ujar Purbaya dalam keterangannya, Senin (17/8).

Ia menjelaskan, tambahan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan riil berdasarkan permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) agar pencairan dukungan pendanaan dapat dilakukan secara cepat.

"Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas," jelasnya.

Selain dana yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, BNPB juga memiliki cadangan dana siap pakai sekitar Rp 500 miliar untuk mendukung penanganan kebutuhan darurat di lapangan.

"Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali," kata Purbaya.

Menurut Purbaya, kesiapan anggaran tersebut ditujukan agar aspek pembiayaan tidak menjadi kendala dalam merespons bencana. Dukungan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan dan permintaan resmi BNPB.

Di sisi lain, Purbaya berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan mencapai 6% dan terbuka peluang untuk tumbuh lebih tinggi.

"Hari ini kita harapkan menjadi awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita harapkan pertumbuhan ekonomi 6%, mudah-mudahan bisa lebih dari itu," ujar Purbaya.

Pemerintah menilai kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi bagian penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Baca Juga: Kembalinya Kepercayaan Investor Bergantung Hasil Pelaksanaan Program Pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News