Pemerintah siapkan bansos khusus bagi pekerja informal yang tak mudik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) khusus untuk mencegah mudik di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Bansos khusus tersebut akan dikoordinasikan bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wilayah DKI Jakarta memang menjadi sasaran, mengingat sebagai daerah dengan kasus Covid-19 terbanyak dan sumber masyarakat yang akan melakukan mudik. "Akan dipikirkan mekanisme agar yang mendapatkan bansos khusus ini tidak mudik," ujar Menteri Sosial Juliari Batubara saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas, Kamis (2/4).

Baca Juga: Ini jaring pengaman yang dijanjikan Jokowi untuk tanggulangi dampak Covid-19

Bansos khusus akan ditujukan untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi dari Covid-19. Terutama bagi pekerja di sektor informal dan pekerja harian. Dua sektor pekerja tersebut dinilai mengalami kehilangan pendapatan akibat Covid-19. Oleh karena itu banyak bagian dari masyarakat tersebut yang memutuskan untuk mudik. Guna memberikan bansos khusus tersebut, perlu adanya koordinasi mengenai data. Terutama dengan Pemprov DKI Jakarta agar penyalurannya tepat. "Paling lama dua minggu kami sudah bisa merealisasikan program bansos khusus di DKI Jakarta," terang Juliari. Diharapkan penerima bansos khusus tidak tumpang tindih demgan program sosial lainnya. Mengingat saat ini sudah ada program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, dan kartu pra kerja yang menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat.


Baca Juga: Jokowi minta kajian dampak ekonomi pembatasan mudik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat