KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah tengah mematangkan rencana perpanjangan kontrak kerja sama ExxonMobil di Blok Cepu hingga tahun 2055. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, komunikasi intensif telah dilakukan dengan ExxonMobil, yang saat ini menjadi salah satu kontributor lifting minyak terbesar nasional di luar Pertamina.
Baca Juga: Anak Usaha MPMX Perkuat Program Bank Sampah, BSSMT Raih Juara I Kota Tangerang Menurut Bahlil, lifting minyak ExxonMobil saat ini berada di kisaran 170.000–185.000 barel per hari. Pemerintah berencana memperpanjang kontrak tersebut hingga 2055 dengan tambahan komitmen investasi sekitar US$ 10 miliar. “Rencananya kontrak akan diperpanjang hingga 2055 dengan tambahan investasi sekitar US$ 10 miliar,” ujar Bahlil dalam konferensi pers daring terkait implementasi teknis sektor ESDM pasca Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026) malam. Dibahas dalam Lawatan ke AS Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman membenarkan bahwa perpanjangan kontrak ExxonMobil di Blok Cepu menjadi salah satu topik pembahasan dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.
Baca Juga: Olahraga Raket Melesat, Liga.Tennis Bidik 77 Klub dalam 10 Tahun “Banyak pembahasan dan kesepakatan di sektor energi dari lawatan ke AS, antara lain kita tetap memperpanjang untuk ExxonMobil,” kata Laode usai seremoni pengiriman perdana pipa untuk proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangke di Cilegon, Banten, Kamis (19/2/2026). Namun demikian, Laode belum merinci skema teknis perpanjangan kontrak tersebut. Sebagai informasi, kontrak kerja sama ExxonMobil di Blok Cepu saat ini baru akan berakhir pada 2035. Kontribusi Strategis Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Cepu pada 2005.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Impor Energi US$15 Miliar dari AS Tetap Lewat Tender Struktur
participating interest (PI) Blok Cepu saat ini terdiri atas EMCL sebesar 45%, PT Pertamina EP Cepu 45%, dan Badan Kerja Sama (BKS) 10%. Blok Cepu menjadi tulang punggung produksi minyak nasional dengan kontribusi sekitar 25% terhadap total lifting minyak Indonesia. Produksi hariannya rata-rata berada di kisaran 150.000–175.000 barel per hari. Hasil Lawatan Bisnis Di sisi lain, kunjungan Presiden Prabowo ke AS juga menghasilkan 11 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dengan total nilai mencapai US$ 38,4 miliar. Kesepakatan tersebut dicapai dalam sesi
roundtable Business Summit yang digelar oleh US-ASEAN Business Council pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Baca Juga: Bahlil: Kerja Sama Mineral Kritis dengan AS Tak Buka Ekspor Bahan Mentah Perpanjangan kontrak ExxonMobil di Blok Cepu dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga stabilitas produksi minyak nasional sekaligus menarik investasi jangka panjang di sektor hulu migas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News