Pemerintah Siapkan Program Renovasi 21.000 Rumah di Papua



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan program renovasi rumah tidak layak huni di wilayah Papua sebagai bagian dari percepatan pembangunan perumahan berbasis kawasan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyebut, program bedah rumah akan dimulai serentak pada 27 April 2026 dan mencakup enam provinsi di Papua.

“Saya umumkan juga nanti tanggal 27 April kita akan memulai program bedah rumah se-Papua,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).


Program ini menyasar sekitar 42 kabupaten/kota dengan alokasi minimal 500 unit rumah per daerah, sehingga totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 21.000 unit.

Baca Juga: Pemerintah Petakan 10 Kota Baru untuk Pengembangan Hunian Rakyat

“Ada 6 provinsi. Langkah strategis yang dilakukan Kementerian Perumahan adalah setiap kabupaten kota di Papua ada 6 provinsi. Ada sekitar 42 kabupaten kota. Minimal mendapatkan 500 program bedah rumah. Dari tidak layak huni jadi layak huni. Sesuai arahan Presiden Prabowo bahwa rumah-rumah yang tidak layak huni harus segera diperbaiki secara masif,” jelasnya.

Peluncuran program ini direncanakan berlangsung di Sorong dan akan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Satgas Perumahan.

“Jadi saya juga sudah laporkan kepada Bapak Hasim sebagai Ketua Satgas beliau juga akan berkenan hadir tanggal 27 April di Sorong, di Papua,” kata Ara.

Selain renovasi rumah, pemerintah juga menjalankan program penataan kawasan kumuh di tiga provinsi serta mendorong pembangunan rumah subsidi dan pembiayaan perumahan.

Baca Juga: Program Bedah Rumah Pemerintah Targetkan 400.000 Unit di Tahun 2026

“Kemudian juga ada 3 provinsi yang kita benahi kawasan kumuhnya. Jadi program-program itu jalan setelah itu juga program rumah subsidi. Dan juga tentunya program bersama PNM dan SMF atas support dari BUMN itu juga akan terus berjalan,” ujarnya.

Ara menambahkan, pendekatan pembangunan tidak hanya fokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga mencakup penataan kawasan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jadi program kita cukup banyak untuk bisa bukan hanya membangun dan merenovasi rumah tetapi juga kawasannya dibuat tidak kumuh kemudian manusianya diberdayakan secara ekonomi,” katanya.

Baca Juga: Kementerian PKP Ngebut Bangun Rusun di Senen & Tanah Abang, Target Rampung Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News