Pemerintah Siapkan Redesign GBK, Kawasan Komersial dan Hotel Masuk Rencana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan penataan ulang atau redesign kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Konsep pengembangan yang disusun tidak hanya berfokus pada fasilitas olahraga, tetapi juga mencakup kawasan komersial, hotel, ruang terbuka hijau, hingga integrasi dengan Jakarta Convention Center (JCC).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, proses perencanaan kawasan GBK saat ini berjalan secara paralel. Penataan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi GBK sebagai pusat olahraga nasional sekaligus destinasi bisnis dan pariwisata.

"Paralel ada perencanaan seperti itu. Jadi kita ingin mendesain ulang seluruh GBK, terutama area olahraga dan komersial," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7).


Menurut Prasetyo, pemerintah juga telah mencabut sejumlah kontrak kerja sama yang dinilai tidak berjalan sesuai rencana. Langkah tersebut dilakukan agar area yang sebelumnya terikat kontrak dapat dimasukkan ke dalam konsep penataan baru kawasan GBK.

Baca Juga: Pekerja Rokok Yogyakarta: Aturan Baru Produk Tembakau Bakal Gerus Industri

"Makanya banyak juga kontrak-kontrak kerja sama yang belum atau tidak dikerjakan itu kami cabut juga, supaya nanti menjadi bagian dari redesign ulang tadi," katanya.

Dalam rancangan yang tengah disusun, pemerintah berencana membangun kawasan komersial dan hotel yang terintegrasi dengan JCC. Selain itu, fasilitas olahraga di kawasan GBK juga akan ditingkatkan agar memenuhi standar internasional dan mampu mendukung penyelenggaraan berbagai ajang olahraga dunia.

"Kita penginnya lengkap, komersial, hotel, kita gabungkan nanti jadi satu dengan JCC. Kita penginnya punya yang lebih modern lagi, termasuk sarana olahraga," ujarnya.

Prasetyo menjelaskan, pengembangan fasilitas tersebut bertujuan menjadikan GBK sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan internasional, tidak hanya untuk cabang sepak bola, tetapi juga olahraga lain seperti akuatik dan tenis.

Di sisi lain, pemerintah turut memasukkan aspek pembangunan berkelanjutan dalam redesign kawasan GBK. Konsep tersebut meliputi optimalisasi ruang terbuka hijau, pengembangan hutan kota, serta integrasi dengan jaringan transportasi umum.

"Kita kan hari ini pasti ke arah green. Semuanya ke sana, baik energinya maupun desainnya," katanya.

Baca Juga: DPR Desak Kemnaker Benahi Penyelenggaraan Program Magang Nasional

Ia menambahkan, pengembangan kawasan akan mengedepankan konsep kota modern yang ramah lingkungan dengan memaksimalkan keberadaan ruang terbuka hijau.

Saat ini, pemerintah masih mematangkan rancangan pengembangan sekaligus menjajaki berbagai skema investasi untuk mendukung proyek tersebut. Menurut Prasetyo, sejumlah investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, telah menunjukkan minat untuk terlibat.

"Dari luar ada, dari dalam negeri ada. Dalam negeri tentu sekarang kita punya Danantara, kemudian beberapa kali yang leading sector-nya teman-teman InJourney," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah belum menentukan model kerja sama yang akan digunakan dalam pengembangan kawasan GBK. Prasetyo menegaskan, skema investasi masih dalam tahap pembahasan mengingat proyek ini akan dikembangkan dengan pendekatan bisnis dan tidak semata-mata sebagai pembangunan gedung pemerintahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News