KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah akhirnya menganggarkan dana Rp 1,28 triliun untuk mendukung program pembukaan rekening gratis bagi masyarakat berusia di atas 17 tahun dengan menyasar sekitar 25 juta masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Untuk diketahui, anggaran ini lebih rendah dibandingkan perkiraan pemerintah sebelumnya yang sebesar Rp 3,8 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut akan direalisasikan pada kuartal IV-2026.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia. Baca Juga: Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun, Sasar 28 Juta Keluarga pada 2027 "Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan program satu orang satu rekening," ujar Airlangga dalam pidatonya pada
agenda Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (RAKORNAS TPAKD) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026) Menurut Airlangga, program tersebut ditargetkan dapat meningkatkan inklusi keuangan nasional dari sekitar 93% menjadi mendekati 99%. Sebanyak 25 juta rekening baru ini akan disiapkan disiapkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lebih lanjut Airlangga menyebut, untuk setoran awal pembukaan rekening tabungan akan disiapkan sebesar Rp 50.000 per rekening per orang. "
Setoran awal disiapkan Rp 50.000 dan anggarannya Rp 1,28 triliun," ujar Airlangga. Airlangga menegaskan, program satu orang satu rekening tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kepemilikan rekening masyarakat, tetapi juga untuk mempermudah efektivitas penyaluran bantuan dan program pemerintah ke depan. "Ini akan kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," kata Airlangga. Selain menyasar masyarakat di atas 17 tahun, pemerintah juga terus mendorong peningkatan inklusi keuangan sejak usia dini melalui program rekening pelajar. Airlangga menyebutkan, program rekening pelajar telah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp 27 triliun.
"P
eningkatan inklusi juga dimulai sejak dini, dan disampaikan rekening pelajar itu sudah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan dana tabungan Rp 27 triliun," ujar Airlangga. Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal semakin luas, sekaligus mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif dan mendorong pemanfaatan layanan perbankan untuk kegiatan produktif.
Baca Juga: Apindo Minta Kenaikan UMP 2027 Pertimbangkan Inflasi dan Produktivitas Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News