Pemerintah Siapkan Uji Coba MLFF End-to-End, Dikebut Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan uji coba sistem pembayaran tol nir henti nir sentuh atau multi lane free flow (MLFF) dipersiapkan lebih matang setelah sempat mengalami stagnasi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian mengatakan, proyek MLFF kembali didorong setelah adanya rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada akhir 2025.

“Hal ini karena sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda, di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil,” ujar Wilan Oktavian dalam Silaturahmi Menteri Pekerjaan Umum dengan Media di Jakarta (2/4).


Ia menjelaskan, uji coba kali ini akan dilakukan secara menyeluruh atau end to end, mulai dari proses pengguna mengunduh aplikasi hingga sistem pembayaran benar-benar diterima oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Baca Juga: Pengamat: Sistem MLFF Efektif Pangkas Antrean Gerbang Tol Saat Mudik Lebaran 2026

Untuk tahap awal, akan dilakukan pra uji coba dalam waktu dekat. Pada fase ini, Roatex sesuai kontrak bertugas menyiapkan Term of Reference (TOR) sebagai dasar pelaksanaan uji coba.

“Dalam rangka menyiapkan TOR uji coba, kemarin pada tanggal 3 sampai 5 Maret telah dilakukan functional test. Functional test itu lebih ke mencoba demonstrasi fitur aplikasi yang ada di Cantas dan lebih ke positive scenario,” jelas Wilan Oktavian.

Selanjutnya, BPJT akan melakukan functional test tahap kedua guna memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, barulah pra uji coba secara menyeluruh dijalankan.

“Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” tutup Wilan.

Sebagai informasi, MLFF merupakan proyek yang telah diinisiasi sejak 2016, bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban ke Indonesia. Sistem ini dikembangkan oleh Roatex Ltd. melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), dengan pendanaan dari pemerintah Hungaria senilai US$300 juta atau sekitar Rp4,65 triliun.

Dengan uji coba ulang yang lebih komprehensif, pemerintah berharap implementasi MLFF dapat segera terealisasi dan mengurangi antrean di gerbang tol.

Baca Juga: Pengamat Dorong MLFF untuk Meredam Kemacetan Mudik di Gerbang Tol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News