JAKARTA. Pemerintah tidak akan menegosiasikan pengurangan commitment fee pinjaman luar negeri. Alasannya, besaran biaya awal yang harus dibayar untuk setiap komitmen utang itu sudah rendah ketimbang imbal hasil surat berharga negara. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto bilang, pemerintah berniat meminta penghapusan commitment fee utang luar negeri. “Commitment fee wajar di dalam bisnis keuangan atau di perbankan,” ujarnya. Rahmat memaparkan, commitment fee itu sebagai kompensasi opportunity cost karena kreditur harus menahan likuiditas dana sebelum utang dicairkan. Kenaikan peringkat utang pun tidak akan mempengaruhi commitment fee. Peringkat utang hanya berefek pada penurunan bunga utang luar negeri dan yield Surat Berharga Negara (SBN).
Pemerintah tak akan nego biaya komitmen utang luar negeri
JAKARTA. Pemerintah tidak akan menegosiasikan pengurangan commitment fee pinjaman luar negeri. Alasannya, besaran biaya awal yang harus dibayar untuk setiap komitmen utang itu sudah rendah ketimbang imbal hasil surat berharga negara. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto bilang, pemerintah berniat meminta penghapusan commitment fee utang luar negeri. “Commitment fee wajar di dalam bisnis keuangan atau di perbankan,” ujarnya. Rahmat memaparkan, commitment fee itu sebagai kompensasi opportunity cost karena kreditur harus menahan likuiditas dana sebelum utang dicairkan. Kenaikan peringkat utang pun tidak akan mempengaruhi commitment fee. Peringkat utang hanya berefek pada penurunan bunga utang luar negeri dan yield Surat Berharga Negara (SBN).