JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengarahkan agar BUMN pertambangan siap mengambil saham divestasi PT Freeport Indonesia Tbk 10,64% senilai US$ 1,7 miliar. Rini menyatakan, dari segi pendanaan, antara pemerintah dan BUMN merupakan hal yang berbeda. Ketidaksanggupan pemerintah karena divestasi saham Freeport harus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Ya kalau APBN memang tidak ada anggaran untuk itu. Nah, sekarang kita kembalikan ke BUMN. Mereka kan perusahaan, tentunya kita melihat cash flownya. Kemampuan meminjamnya dan bagaimana neraca keuangannya. Yang pasti siap dan pasti ada (dananya),” terangnya di Kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Jumat (15/1).
Pemerintah tak sanggup, BUMN siap caplok Freeport
JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengarahkan agar BUMN pertambangan siap mengambil saham divestasi PT Freeport Indonesia Tbk 10,64% senilai US$ 1,7 miliar. Rini menyatakan, dari segi pendanaan, antara pemerintah dan BUMN merupakan hal yang berbeda. Ketidaksanggupan pemerintah karena divestasi saham Freeport harus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Ya kalau APBN memang tidak ada anggaran untuk itu. Nah, sekarang kita kembalikan ke BUMN. Mereka kan perusahaan, tentunya kita melihat cash flownya. Kemampuan meminjamnya dan bagaimana neraca keuangannya. Yang pasti siap dan pasti ada (dananya),” terangnya di Kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Jumat (15/1).