Pemerintah tak tambah dana subsidi biodiesel



JAKARTA. Walaupun pengembangan program biodiesel pemerintah diganjal penurunan harga minyak, pemerintah memutuskan tetap melanjutkan program tersebut.

Bukan hanya itu saja, pemerintah juga menyatakan, tidak akan menambah besaran subsidi untuk melaksanakan program tersebut.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Sofyan Djalil mengatakan, keputusan tersebut dibuat karena pemerintah yakin penurunan harga minyak fosil tidak akan berdampak besar kepada program tersebut.


"Subsidi untuk menutup perbedaan harga minyak dan sawit. Sekarang minyak turun, tapi di saat bersamaan, harga sawit juga turun jadi tidak ada masalah," katanya Senin (25/1).

Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Badan Layanan Umum Sawit mengatakan, penurunan harga minyak dunia telah membuat harga biodiesel kurang kompetitif dibanding harga minyak fosil.

Agar harga biodiesel tetap kompetitif, dana sawit yang harus dikeluarkan untuk menopang perbedaan harga CPO agar petani bisa dapat keuntungan, harus semakin ditingkatkan.

Menurut perhitungan BLU Sawit, untuk penurunan minyak bumi sebesar US$ 1 barel saja, tambahan dana untuk menopang harga CPO petani sawit mencapai Rp 350 miliar.

"Jadi jika harga minyak fosil US$ 40 per barel, harga CPO tetap US$ 500 per ton, tambahan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 9,5 triliun," kata Bayu di Jakarta Kamis (21/1). Ditambah dengan dana dialokasikan untuk peremajaan tanaman sawit sekitar Rp 800 miliar-Rp 1 triliun, CPO Fund atau Dana Sawit akan habis dalam waktu tidak lama.

"Mungkin cukup untuk delapan sampai sepuluh bulan ke depan," katanya pekan lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia