KONTAN.CO.ID-JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia bisa mengoperasikan Bullion Bank atau Bank Emas pada semester I-2025. Airlangga menyebut bahwa Indonesia sudah memiliki dasar hukum soal Bank Emas, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK. "Bullion bank dari hukumnya UU-nya sudah kita masukan. Kita berharap tahun depan semester pertama bisa direalisasikan," ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Selasa (10/12).
Airlangga juga menyebut bahwa tidak akan membentuk Dewan Emas Nasional saat Bank Emas beroperasi. "Kita bicara bank, jangan bentuk dewan-dewan kebanyakan," katanya. Baca Juga: Menabung di Bullion Bank, Nasabah Juga Bisa Dapat Bunga Emas Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengembangkan bullion bank, yakni sebuah inisiatif strategis untuk memanfaatkan emas sebagai aset bernilai tinggi. Bullion bank ini akan memungkinkan stok emas yang selama ini hanya disimpan di gudang untuk dimasukkan ke dalam neraca keuangan, sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar. "Dulu stok emas itu, kita hanya taruh di gudang. Dan kita hanya mencatat tonasenya saja, bukan nilainya. Bank-bank lain, termasuk di Singapura, banyak bank yang memasukkan emasnya ke dalam neraca mereka," ujar Airlangga dalam acara Indonesia SEZ Business Forum 2024 di Jakarta, Senin (9/12).