Pemerintah Targetkan Pembangunan 5.000 Jembatan Daerah Rampung di Akhir Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 jembatan bisa rampung di akhir tahun ini. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya upaya percepatan pembangunan jembatan terus dilakukan. Menurutnya sebanyak 2.500 jembatan gantung mulai proses pembangunan. 

"Sebanyak 2.500 jembatan gantung akan selesai dibangun pada Agustus 2026. Pembangunan kemudian akan terus dipercepat hingga mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun mendatang," kata Teddy dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026). 


Baca Juga: Airlangga Tak Permasalahkan Bali Jadi Tempat Surga Pajak Para Investor

Lebih lanjut, Teddy menuturkan bahwa manfaat pembangunan jembatan gantung dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan juga meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.

"Dengan hadirnya jembatan gantung, anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, dan masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas publik dengan lebih mudah dan aman," ungkapnya.

Bagi generasi muda di daerah terpencil, menurut Teddy, jembatan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar sarana penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut menjadi simbol hadirnya kesempatan yang lebih baik bagi masa depan mereka.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," tutur Teddy. 

Baca Juga: Pemerintah Potong Bunga PNM Mekaar Dari 25% Jadi 8%, Ini Syarat & Dokumen Pinjamannya

Teddy juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan terus dipercepat melalui sinergi antara pemerintah, TNI AD, dan masyarakat setempat. Kehadiran jembatan-jembatan baru tersebut menjadi solusi bagi wilayah yang selama bertahun-tahun sulit dijangkau akibat kondisi medan dan keterbatasan akses transportasi.

"Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau," lanjutnya.

  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News