Pemerintah Targetkan Rp 36 triliun Pada Lelang Surat Utang Negara (SUN), Rabu (13/3)



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah, Rabu (13/3). Pada lelang SUN kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp 24 triliun – Rp 36 triliun.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, terdapat tujuh (7) seri SUN yang akan dilelang mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Lelang bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.

Berikut rincian dari tujuh seri SUN yang akan ditawarkan pada lelang, Rabu (13/3) :

  1. SPN03240613 (New Issuance) akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juni 2024 dengan tingkat imbalan diskonto
  2. SPN12250314 (New Issuance) akan jatuh tempo pada tanggal 14 Maret 2025 dengan tingkat imbalan diskonto
  3. FR0101 akan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2029 dengan tingkat imbalan sebesar 6,87%
  4. FR0100 akan jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2034 dengan tingkat kupon sebesar 6,62%
  5. FR0098 akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2038 dengan tingkat imbalan sebesar 7,12%
  6. FR0097 akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2043 dengan tingkat imbalan sebesar 7,12%
  7. FR0102 akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2054 dengan imbalan sebesar 6,87%

Adapun penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta.

Baca Juga: Total Penawaran Lelang SUN Capai Rp 61,04 Triliun, Tenor Lima Tahun Paling Diminati

Lelang SBN akan dibuka pada hari Rabu, tanggal 13 Maret 2024 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Sementara, setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2024 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari