KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap tahun, komunitas internasional merayakan Hari Lahan Basah Sedunia tiap 2 Februari. Peringatan ini diawali pada 1971 bersamaan dengan ditandatanganinya Konvensi Lahan Basah di Kota Ramsar, Iran (Konvensi Ramsar). Pada tahun ini, Hari Lahan Basah Sedunia mengambil tema Lahan Basah dan Air (Wetlands and Water). Pengambilan tema ini berdasar pertimbangan bahwa ekosistem lahan basah sebagai penyedia air untuk kehidupan, sehingga perlu didukung restorasi terhadap ekosistem ini serta menahan laju kerusakannya. Diproyeksikan masyarakat dunia pada 2050 mencapai 10 miliar jiwa. Dengan kondisi itu, butuh 55 persen lebih air bersih untuk mencukupi konsumsi. Sekretaris Jenderal Konvensi Lahan Basah, Martha Rojas Urrego, menyatakan untuk Hari Lahan Basah Sedunia, ingin mengajak masyarakat dunia menginvestasikan tindakan nyata di lahan basah sebagai solusi alami pengelolaan air. “Memberlakukan kebijakan yang mengintegrasikan lahan basah ke dalam rencana pengelolaan. Semua adalah tindakan yang menentukan, menuju ekonomi hijau dan yang terpenting untuk membangun kembali dengan lebih baik,” kata Martha dalam keterangannya, Rabu (3/2).
Pemerintah tegaskan terus lindungi gambut dan mangrove di Hari Lahan Basah Dunia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap tahun, komunitas internasional merayakan Hari Lahan Basah Sedunia tiap 2 Februari. Peringatan ini diawali pada 1971 bersamaan dengan ditandatanganinya Konvensi Lahan Basah di Kota Ramsar, Iran (Konvensi Ramsar). Pada tahun ini, Hari Lahan Basah Sedunia mengambil tema Lahan Basah dan Air (Wetlands and Water). Pengambilan tema ini berdasar pertimbangan bahwa ekosistem lahan basah sebagai penyedia air untuk kehidupan, sehingga perlu didukung restorasi terhadap ekosistem ini serta menahan laju kerusakannya. Diproyeksikan masyarakat dunia pada 2050 mencapai 10 miliar jiwa. Dengan kondisi itu, butuh 55 persen lebih air bersih untuk mencukupi konsumsi. Sekretaris Jenderal Konvensi Lahan Basah, Martha Rojas Urrego, menyatakan untuk Hari Lahan Basah Sedunia, ingin mengajak masyarakat dunia menginvestasikan tindakan nyata di lahan basah sebagai solusi alami pengelolaan air. “Memberlakukan kebijakan yang mengintegrasikan lahan basah ke dalam rencana pengelolaan. Semua adalah tindakan yang menentukan, menuju ekonomi hijau dan yang terpenting untuk membangun kembali dengan lebih baik,” kata Martha dalam keterangannya, Rabu (3/2).