Pemerintah Terbitkan Global Bond US$ 2,7 Miliar pada Awal Tahun 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Republik Indonesia telah sukses melakukan transaksi penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dengan format SEC-registered, dengan nilai total sebesar US$ 2,7 miliar, pada Selasa (13/1/2026).

Transaksi ini sekaligus menandai keberhasilan Pemerintah dalam menerbitkan Global Bonds dengan format SEC-registered untuk kesembilan belas kalinya.

Adapun obligasi diterbitkan dalam tiga seri berbeda. Pertama seri RI0231 dengan tenor 5 tahun atau tanggal jatuh tempo pada 21 Februari 2031 dengan nominal US$ 1,1 miliar, serta  kupon 4,35% dan yield 4,4%.


Baca Juga: Danantara Akan Terbitkan Global Bond di 2026

Kedua, seri RI 0236 dengan tenor 10 tahun atau tanggal jatuh tempo pada 21 Februari 2036 dengan nominal US$ 1,1 miliar, serta kupon 4,95% dan yield 5%.

Ketiga, seri RI0256 dengan tenor 30 tahun atau tanggal jatuh tempo pada 21 Februari 2056 dengan nominal US$ 500 juta, serta kupon 5,47% dan yield 5,5%.

Ketiga seri obligasi tersebut akan diterbitkan pada 21 Januari 2026. Hal itu dilakukan setelah membuka transaksi pada sesi Asia pagi hari tanggal 12 Januari 2026.

“Dengan memanfaatkan kondisi likuiditas yang kuat di awal tahun serta mempertimbangkan dinamika pasar dan prospek ke depan yang semakin menantang, Pemerintah membuka transaksi pada sesi Asia pagi hari tanggal 12 Januari 2026,” mengutip keterangan tertulis, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Selasa (20/1/2026).

Penawaran tersebut berhasil menarik minat investor global, dengan total orderbook melebihi US$ 7,7 miliar. Dengan orderbook yang cukup solid tersebut, Pemerintah dapat menurunkan tingkat imbal hasil untuk seluruh tenor yang ditawarkan kepada investor. Final yield untuk tenor dolar AS Long 5 tahun, 10 tahun dan 30 tahun adalah sebesar 4,400%, 5,000% dan 5,500%.

Baca Juga: Cadangan Devisa Meningkat Jadi US$ 149,9 Miliar, Didorong Penerbitan Global Bond

DJPPR menyebut, keberhasilan transaksi ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dan berkesinambungan dari investor global terhadap Indonesia. Respons positif tersebut didorong oleh fundamental ekonomi serta kinerja APBN yang konsisten, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu sovereign issuer yang resilien dan kredibel.

Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2026. Ketiga seri SUN yang diterbitkan pada transaksi kali ini memperoleh peringkat Baa2 oleh Moody's, BBB oleh Standard & Poor's, dan BBB oleh Fitch* dan akan terdaftar di Bursa Efek Singapura dan Bursa Efek Frankfurt.

Lebih lanjut, ANZ, BofA Securities, Morgan Stanley, Natixis dan Societe Generale bertindak sebagai Joint Bookrunners, serta PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Domestic Dealers.

Selanjutnya: Dampak Perang Dagang Trump: Yield Obligasi AS Melonjak

Menarik Dibaca: Cara Mudah Dapat Ice Cream Gratis di Promo Richeese Factory Hari Ini Saja, Cek Jamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News