Pemerintah tetapkan status darurat sipil, begini efeknya ke IHSG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akhirnya menetapkan menetapkan pembatasan sosial (social distancing) berskala besar guna meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19). Kebijakan tersebut juga disertai dengan status darurat sipil dan karantina kesehatan.

Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai hal inilah yang sebenarnya diharapkan oleh pelaku pasar, yakni adanya kebijakan publik yang berdampak langsung pada pencegahan Covid-19 yang menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mudah untuk menular.

Namun, Janson menilai kebijakan ini mau tidak mau bakal berdampak pada perekonomian domestik. Sebab, kegiatan ekonomi, mulai dari sektor jasa maupun manufaktur, otomatis bakal tersendat dengan adanya kebijakan ini.


Baca Juga: IHSG ditutup melemah 2,88% ke 4.414 pada akhir perdagangan hari ini

“Namun tentunya pemerintah harus punya strategi untuk memitigasi dampak dari sosio-ekonomi tersebut, yang sepetinya sudah dikeluarkan bauran kebijakan seperti relaksasi kredit untuk sektor-sektor yang terpengaruh yang mana hampir semua sektor terpengaruh,” ujar Janson kepada Kontan.co.id, Senin (30/3).

Janson menilai, dampak kelesuan tersebut kemungkinan besar sudah diantisipasi oleh pasar dengan adanya penurunan Price Earning Ratio (PER) yang cukup tajam , yakni rata-rata telah turun sekitar 30%. Adapun pada perdagangan hari ini PER IHSG sebesar 12,1 kali.

Namun, Janson memperkirakan bisa jadi PER akan kembali turun sekitar 10%, yang artinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencari level bottom-nya di kisaran 3.600-3.800.

“Lebih baik seperti itu pencegahannya karena dari awal (Januari hingga Februari) pemerintah tidak terlalu tanggap dan kita terlalu meng-underestimate covid-19. Lebih baik telat daripada tidak sama sekali,” sambung dia.

Sementara itu, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menggunakan area 3.900-4.200 sebagai area support IHSG hingga akhir semester I-2020 dengan catatan selama pesimisme di pasar tidak membesar lagi.

“Harapan kita bersama adalah pandemik ini dapat teratasi segera dan menjelang akhir semester I-2020 sudah kembali melampaui level 4.850,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Senin (30/3).

Editor: Herlina Kartika Dewi