Pemerintah tingkatkan kapasitas pemeriksaan, Abbot sediakan alat tes Covid-19 canggih



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Abbott sebagai perusahaan perangkat medis dan obat-obatan generik bermerek, mempunyai dua produk tes Covid-19 yang diklaim andal mendeteksi virus corona karena akurasi dan kecepatan memperlihatkan hasilnya. Kedua teknologi tersebut adalah rapid tes Panbio™ Covid-19 Ag dan platform uji COVID-19 ID NOW™ untuk mendeteksi point-of-care molekuler tercepat untuk mendeteksi virus corona. 

Kedua alat tes ini kembali diperkenalkan karena saat ini Indonesia berusaha meningkatkan kapasitas tes Covid-19, ketersediaan teknologi pengujian tambahan diharapkan dapat mempercepat tracing infeksi corona.

Adapun,  Indonesia memiliki akses kepada beberapa teknologi tes Covid-19 dari Abbott. Di sepanjang 2020 Abbott telah mengirimkan 400 juta alat tes Covid-19 ke seluruh dunia dan dalam beberapa bulan mendatang, jutaan alat tes tersebut akan tersedia untuk Indonesia.


"Abbott terus berfokus untuk menghadirkan serangkaian tes COVID-19 yang andal dan nyaman untuk Indonesia sehingga secepat mungkin membantu mengatasi pandemi ini," kata Sanjeev Johar, divisional vice president, Abbott’s rapid diagnostics business di Asia Pasifik dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (10/2). 

Sanjeev mengatakan, teknologi perintis Abbot menyediakan tes Covid-19 point of care yang cepat dan akurat serta membantu mengukur kemampuan diagnostik, agar dapat dijangkau oleh jutaan orang Indonesia.

Sekilas informasi mengenai alat rapid tes Panbio™ Covid-19 Ag adalah alat uji aliran lateral untuk deteksi cepat kualitatif virus SARS-CoV-2. Hasil studi klinis oleh Abbott terhadap 585 sampel menunjukkan bahwa uji Panbio Covid-19 Ag memiliki sensitivitas 91,4% dan spesifisitas 99,8% pada orang yang diduga terpapar Covid-19 atau mengalami gejala-gejala akibat virus tersebut dalam tujuh hari terakhir.

Kemudian, Platform ID NOW Abbott menyediakan deteksi point of care molekuler tercepat untuk virus corona, memberikan hasil dalam 13 menit atau kurang. Sebagai tes point-of-care, produk ini hanya boleh digunakan oleh tenaga kesehatan profesional atau operator terlatih, tes ID NOW COVID-19 menggunakan nasofaring atau usap tenggorokan (sampel) dan harus digunakan di dekat pasien. 

Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) Kejar Target Penjualan Alat Swab Test

Swab harus memberikan hasil yang cepat dan dapat diandalkan apabila dibandingkan dengan instrumen polymerase chain reaction (PCR) berbasis laboratorium.

Platform ID NOW Abbott seukuran dengan pemanggang roti kecil,  ringan (2,9 kg) dan portabel. Platform ini menggunakan teknologi molekuler, yang disenangi oleh dokter dan komunitas ilmiah karena tingkat akurasinya yang tinggi. 

Instrumen ID NOW mendeteksi keberadaan virus aktif SARS-CoV-2 dengan memperkuat struktur genomik (RNA) virus hingga ratusan juta kali. Hasil positif berarti seseorang memiliki infeksi Covid-19 aktif dan cenderung menular serta berisiko menularkan virus ke orang lain. 

Dalam studi pasca-otorisasi sementara yang mengevaluasi 1.003 orang, tes rapid ID NOW COVID-19 mencapai kinerja keseluruhan sebesar 93,3% kecocokan positif (sensitivitas) dan 98,4% kecocokan negatif (spesifisitas).

Caroline Riady, CEO Siloam Hospitals Group mengatakan ketersediaan tes Covid-19 yang andal dengan hasil cepat terus menjadi hal penting dalam memerangi pandemi di Indonesia. 

"ID NOW menjawab kebutuhan penyedia layanan kesehatan dan masyarakat. Sebagai jaringan perawatan kesehatan swasta terbesar di Indonesia, kami dapat menangani keadaan darurat, perawatan mendesak, dan operasi dengan lebih cepat dan lebih aman baik bagi pasien maupun petugas kesehatan di 40 unit rumah sakit di 26 kota,” jelasnya. 

Caroline menyatakan, Siloam Hospitals terus menghadirkan perawatan berkualitas internasional dengan Abbott ID NOW, guna mendukung pembukaan ruang publik, tempat ibadah dan berbagai komunitas sosial, yang akan terus menjadi lebih aktif.

Selanjutnya: PFN telah menyiapkan berbagai rencana dan strategi bisnis untuk pendanaan film

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari