Pemerintah tolak Medco masuk ke TPPI



JAKARTA. Keinginan PT Medco Energi International Tbk (MEDCO) menguasai saham PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) kandas.

Pemerintah menolak proposal akuisisi yang diajukan perusahaan milik Arifin Panigoro itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, pemerintah akan menolak kedatangan investor baru di TPPI.


Justru, pemerintah akan meningkatkan kepemilikan saham di TPPI.

Saat ini pemerintah sudah memiliki 62% saham TPPI, baik melalui PT Pertamina maupun melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Baik Pertamina dan Kemkeu sama-sama memiliki saham TPPI sebanyak 26%.

Namun, MEDCO ternyata berusaha menguasai saham yang dimiliki pemerintah, ketika terjadi kasus di TPPI.

"Tidak akan diterima," ujar JK, Kamis (20/8) di Kantornya, Jakarta.

Rencananya, pemerintah akan memperbesar kepemilikan sahamnya di TPPI hingga 75%.

Hal itu sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah tangga (AD/ART) TPPI.

Namun, staf ahli JK Sofyan Wanandi menambahkan, bukan tidak mungkin pemerintah menambah kepemilikan sahamnya menjadi 100%.

Karena pemerintah ingin menguasai penuh TPPI, supaya kinerjanya bisa maksimal.

Sementara itu, terkait kasus hukum yang membelit TPPI hingga merembet ke SKK Migas, pemerintah meminta tidak harus menghambat proses akuisisi ini.

Begitu juga dengan operasional perusahaan. Sebab, dalam waktu dekat, kilang minyak TPPI ditargetkan sudah bisa beroprasi.

Salah satu Direksi TPPI mengatakan, memang pemerintah sudah melakukan due deligent terkait proses akuisisi ini. Jadi saat ini ada dua penawaran yang masuk untuk menguasai TPPI, yaitu dari Medco dan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto