JAKARTA. Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Benny K Harman menegaskan pemilihan dan penentuan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dilakukan besok (2/12). “Besok pukul 09.00 WIB akan dilakukan pemilihan dan penetapan Pimpinan KPK dilanjutkan dengan pemilihan Ketua,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR (1/12). Soal mekanisme pemilihan, menurut Benny baru akan ditetapkan besok. “Ya besok itu jadi pertama tetapkan mekanisme pemilihan, kemudian minta klarifikasi Busyro (Ketua KPK Busyro Muqoddas), kalau soal jadi Pimpinan KPK kan beliau sudah pasti, tinggal dilihat nanti bagaimana untuk jadi ketua,” tukasnya. Ia pribadi menilai kemungkinan besok akan dilakukan mekanisme voting per orang, meski ada kemungkinan juga per fraksi. Namun ia menegaskan bila sampai saat ini belum ada pembicaraan antar fraksi. “Saya rasa lebih baik memang dibiarkan bebas saja menentukan pilihannya itu, kan sudah dengar sendiri lewat uji kelayakan dan kepatutan,” pungkasnya. Politisi Partai Demokrat ini belum mau bicara banyak soal pilihan pasti dari partainya. Meskipun di kesempatan terpisah, kader Demokrat yang lain Ruhut Sitompul secara pribadi mengaku mendukung Zulkarnaen, capim dari unsur Kejaksaan Agung RI.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pemilihan pimpinan dan ketua KPK dilakukan besok pagi
JAKARTA. Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Benny K Harman menegaskan pemilihan dan penentuan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dilakukan besok (2/12). “Besok pukul 09.00 WIB akan dilakukan pemilihan dan penetapan Pimpinan KPK dilanjutkan dengan pemilihan Ketua,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR (1/12). Soal mekanisme pemilihan, menurut Benny baru akan ditetapkan besok. “Ya besok itu jadi pertama tetapkan mekanisme pemilihan, kemudian minta klarifikasi Busyro (Ketua KPK Busyro Muqoddas), kalau soal jadi Pimpinan KPK kan beliau sudah pasti, tinggal dilihat nanti bagaimana untuk jadi ketua,” tukasnya. Ia pribadi menilai kemungkinan besok akan dilakukan mekanisme voting per orang, meski ada kemungkinan juga per fraksi. Namun ia menegaskan bila sampai saat ini belum ada pembicaraan antar fraksi. “Saya rasa lebih baik memang dibiarkan bebas saja menentukan pilihannya itu, kan sudah dengar sendiri lewat uji kelayakan dan kepatutan,” pungkasnya. Politisi Partai Demokrat ini belum mau bicara banyak soal pilihan pasti dari partainya. Meskipun di kesempatan terpisah, kader Demokrat yang lain Ruhut Sitompul secara pribadi mengaku mendukung Zulkarnaen, capim dari unsur Kejaksaan Agung RI.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News