Pemilu Sela AS: Donald Trump Abaikan Hasil Jajak Pendapat



KONTAN.CO.ID - MISSISSIPPI. Pemilu sela Amerika Serikat (AS) akan digelar 3 November 2026. Presiden AS Donald Trump pun mulai gencar berkampanye. 

Senin (26/10/2026), Trump berkampanye di Mississippi pada Senin (26/10/2026), wilayah yang merupakan basis kuat Partai Republik.

Trump memprediksi kemenangan bagi kandidat Senat dari Partai Republik dengan mengacu pada kondisi ekonomi AS yang menurutnya sedang berkembang pesat. Trump juga kembali mengulangi klaimnya bahwa harga minyak akan segera anjlok.


Trump, yang berasal dari Partai Republik, tengah melakukan rangkaian kampanye di negara-negara bagian yang biasanya menjadi basis aman bagi partainya menjelang pemungutan suara pada 3 November 2026.

Para ahli strategi partai mengungkapkan kepada Reuters, mereka merasa cemas terkait persaingan di berbagai wilayah, mulai dari Alaska hingga South Carolina. Kekhawatiran ini sebagian dipicu ketidakpuasan pemilih terhadap kebijakan tarif Trump serta dampak perang dengan Iran yang memicu inflasi.

Baca Juga: Daftar Pemenang Ballon d'Or Sejak Pertama Kali Diadakan Tahun 1956

Dengan suara yang terdengar serak akibat serangkaian rapat umum kampanye yang ia hadiri belakangan ini, Trump berkomentar, "Tuhan tidak menciptakan pita suara manusia untuk digunakan dalam rapat umum setiap hari."

Trump dijadwalkan mengunjungi Texas, Ohio, South Carolina, Florida, dan Iowa pada hari-hari terakhir masa kampanye. Menurut para pengamat jajak pendapat, kekhawatiran pemilih mengenai keterjangkauan harga kemungkinan akan menjadi beban bagi Partai Republik.

Trump mengakui bahwa perang dengan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak, namun ia menyebut hal itu sebagai harga yang pantas dibayar demi mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Saya tadinya mengira harga minyak akan melonjak jauh lebih tinggi. Semuanya berjalan dengan baik dan perang ini akan segera berakhir," kata Trump mengenai konflik tersebut.

Sebanyak 435 kursi di DPR AS dan 35 dari 100 kursi di Senat AS akan diperebutkan dalam pemilihan ini. Berdasarkan jajak pendapat publik, Partai Demokrat diperkirakan akan kembali menguasai DPR dan memiliki peluang untuk merebut kembali kendali atas Senat.

Kemenangan Partai Republik akan mempertahankan kendali mereka atas Kongres—sesuatu yang dinikmati Trump sejak kembali ke Gedung Putih setelah pemilihan umum 2024—sementara kemenangan Partai Demokrat dapat menghambat langkah presiden dan memicu penyelidikan kongres terhadap pemerintahannya.

Di Mississippi, persaingan kursi Senat AS yang secara tak terduga menjadi sangat ketat telah memberikan peluang langka bagi Partai Demokrat menjelang pemilihan umum kongres pekan depan.

Terakhir kali Partai Demokrat memenangkan kursi Senat di Mississippi adalah pada tahun 1982. Pada pemilihan umum 2024, Trump unggul di negara bagian tersebut dengan selisih hampir 23 poin persentase; bahkan di wilayah Mississippi bagian timur laut—tempat yang dijadwalkan akan ia kunjungi pada hari Senin—Trump menang dengan selisih 68 poin persentase.

Namun, sejumlah analis pemilu kini tidak lagi menganggap terpilihnya kembali Senator AS Cindy Hyde-Smith sebagai suatu kepastian. Politisi Partai Republik yang didukung oleh Trump ini harus menghadapi kandidat dari Partai Demokrat, Scott Colom—seorang jaksa wilayah dari kawasan Columbus. Serta kandidat independen Ty Pinkins, seorang veteran militer sekaligus pengacara yang sebelumnya pernah mencalonkan diri di tingkat negara bagian sebagai anggota Partai Demokrat.

"Cindy tampil dengan sangat baik, tetapi saya harus memastikan semuanya aman," ujar Trump. "Saya tidak boleh mengambil risiko."

Baca Juga: China Perketat Impor Sperma Sapi, Pemasok Global Berebut Peluang

Setelah memaparkan serangkaian pencapaian ekonomi—yang banyak di antaranya merupakan klaim yang dilebih-lebihkan atau tidak dapat diverifikasi—Trump berkata, "Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk membantu Cindy Hyde-Smith selain ini."

Pekan lalu, Senate Majority PAC mengumumkan kampanye iklan senilai US$ 1,2 juta untuk mendukung Colom. Partai Demokrat juga telah mengerahkan sejumlah tokoh ternama, mulai dari mantan Wakil Presiden Kamala Harris hingga mantan kandidat pemilihan pendahuluan presiden Pete Buttigieg, untuk berkampanye mendampingi kandidat mereka.

Pada hari Senin, Colom hadir di Corinth dan mengunggah foto dirinya saat bertemu dengan para pemilih di luar lokasi acara, sementara di dalam gedung, sekitar 5.500 pendukung Trump berkumpul.

"Saat berjalan di antara kerumunan di luar lokasi kampanye Trump di Corinth, saya diingatkan bahwa di Mississippi, ada lebih banyak hal yang mempersatukan kita daripada yang memisahkan kita," tulis Colom di platform X. "Jika terpilih menjadi anggota Senat AS, saya akan mewakili seluruh warga Mississippi—terlepas dari apakah Anda memilih saya atau tidak."

Partai Demokrat turut bersaing untuk ketiga kursi DPR yang saat ini dipegang oleh Partai Republik di Mississippi, namun tidak satu pun dari kursi tersebut yang dianggap sebagai peluang realistis untuk direbut. Kursi keempat, yang diwakili oleh anggota DPR AS Bennie Thompson di sebuah distrik dengan populasi warga kulit hitam yang besar, dianggap aman bagi Partai Demokrat.