Pemimpin G7 dukung otonomi Hong Kong, China protes keras



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menyuarakan ketidakpuasan atas pernyataan bersama para pemimpin G7 yang mendukung otonomi Hong Kong. Bahkan, Beijing menuduh pemerintah asing mencampuri urusan Hong Kong.

"Kami menyatakan ketidakpuasan kami yang kuat dan oposisi tegas terhadap pernyataan yang dibuat oleh para pemimpin KTT G7 tentang urusan Hong Kong," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (27/8), seperti dikutip Channelnewsasia.com

"Kami telah berulang kali menekankan, bahwa urusan Hong Kong adalah murni urusan dalam negeri China, dan tidak ada pemerintah asing, organisasi, atau individu yang memiliki hak untuk melakukan intervensi," tegas Geng.


Baca Juga: China bakal masuk ke Hong Kong untuk menindak pendemo?

"Aturan hukum, tatanan sosial, mata pencaharian ekonomi dan citra internasional Hong Kong telah sangat terpengaruh," ujar Geng. "Tidak ada yang lebih peduli pada kemakmuran dan stabilitas Hong Kong daripada orang-orang Cina, termasuk orang-orang Hong Kong."

Dalam KTT di Prancis, Senin (26/8), para pemimpin G7 mendukung otonomi Hong Kong, sebagaimana tercantum dalam Perjanjian 1984 antara Inggris dan China.

Pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat juga menyerukan ketenangan di bekas koloni Inggris itu, seiring aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung lebih dari 12 pekan.