KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan dunia yang semakin cepat akibat kemajuan teknologi, krisis iklim, dan ketidakpastian geopolitik menuntut gaya kepemimpinan yang berani dan adaptif. Hal itu disampaikan Kendra MacDonald, CEO Canada’s Ocean Supercluster, dalam refleksinya tentang kepemimpinan berani di tengah tantangan global. “Ini adalah masa yang sulit untuk menjadi pemimpin. Kompleksitasnya terasa lebih tinggi dibandingkan era sebelumnya,” ujar Kendra MacDonald, dikutip dari tulisannya di Council Post.
Menurut Kendra, kepemimpinan berani atau courageous leadership menjadi semakin relevan karena keputusan para pemimpin kini sangat memengaruhi arah dan hasil yang dialami masyarakat luas, baik secara positif maupun negatif.
Baca Juga: Pengamat Menilai Perlu Hati-hati Adopsi Rekomendasi Bank Dunia soal Pajak Kendra menegaskan, inovasi adalah salah satu bentuk keberanian paling nyata dalam kepemimpinan. Sepanjang kariernya di bidang inovasi dan teknologi, ia kerap harus mempertahankan visi yang belum dipahami banyak orang. “Inovasi sering kali berarti melihat sesuatu yang belum bisa dilihat orang lain, lalu tetap berpegang pada visi itu meski banyak yang meragukannya,” katanya. Sebagai perempuan di sektor teknologi, Kendra mengaku sering berada di ruang-ruang kerja yang didominasi pengalaman dan latar belakang berbeda. Kondisi itu menuntut keberanian untuk bersuara, memimpin, dan tetap bertahan meski terasa tidak nyaman. Selain itu, kepemimpinan di era media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kesalahan pemimpin bisa dengan cepat tersebar dan dinilai publik. “Perilaku pribadi dan publik pemimpin kini semakin dianggap saling terkait. Ini mungkin terasa tidak adil, tetapi kepercayaan dan reputasi adalah fondasi kepemimpinan,” ujarnya.
Baca Juga: Intip Gaji Rata-Rata Karyawan di 10 Perusahaan Terbesar di Dunia Dari pengalamannya, Kendra merangkum sejumlah pelajaran penting tentang keberanian dalam memimpin.
Pertama, pemimpin perlu tetap terinspirasi. Ia menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas dan sumber energi pribadi. “Bagi saya, itu datang dari keluarga, sahabat, kedekatan dengan laut, serta bertemu para pemimpin dan wirausaha yang menginspirasi,” katanya.
Kedua, keberanian perlu diimbangi dengan mekanisme kontrol. Menurut Kendra, keyakinan diri harus disertai cara untuk memastikan pemimpin tetap berada di jalur yang benar, tanpa bergantung sepenuhnya pada validasi publik.