KONTAN.CO.ID - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya menyampaikan pesan publik sejak rangkaian pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, berakhir. Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (11/7), ia menegaskan tekad untuk membalas kematian sang ayah yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Baca Juga: Bank Sentral Thailand Prediksi Inflasi 2026 di Bawah 2,8%, Suku Bunga Dipertahankan Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei menyebut pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei sebagai "tuntutan bangsa" yang "pasti akan terlaksana". Namun, ia menegaskan aksi tersebut tidak hanya bergantung pada Iran, melainkan juga dukungan dari "orang-orang merdeka di seluruh dunia". "Kami berjanji akan membalas darah pemimpin yang gugur sebagai syuhada dan seluruh korban dalam dua perang ini dari para pelaku pembunuhan yang kriminal dan tercela," demikian isi pernyataan yang dibacakan melalui televisi pemerintah Iran. Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menandai dimulainya konflik bersenjata antara Iran dengan kedua negara tersebut.
Baca Juga: AS Desak Iran Jamin Keamanan Selat Hormuz, Pembicaraan Digelar di Oman Mojtaba Khamenei, yang menurut sejumlah sumber mengalami cedera di wajah dan luka lainnya akibat serangan tersebut, belum pernah terlihat di hadapan publik sejak diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026. Dalam pernyataannya, ia mengatakan pembalasan akan tetap dilakukan, terlepas dari apakah dirinya hadir secara langsung atau tidak. "Apakah kami ada atau tidak, hal ini akan terlaksana. Segera setiap orang merdeka di seluruh dunia akan menjalankan bagian dari misi ilahi ini," ujarnya. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Iran dan AS. Pekan ini kedua negara kembali terlibat saling serang, sehingga memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan.
Baca Juga: Topan Bavi Dekati China, Lebih dari 1,8 Juta Warga Dievakuasi Meski demikian, Presiden AS Donald Trump pada Jumat (10/7) mengatakan kedua negara sepakat melanjutkan perundingan, meskipun ia juga menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. Di sisi lain, Iran tetap menyatakan kesepakatan tersebut pada akhirnya diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi negara itu. Absennya Mojtaba Khamenei dari ruang publik juga memunculkan spekulasi di dalam negeri.
Hingga kini tidak ada foto, video, maupun rekaman suara dirinya yang dipublikasikan sejak serangan udara terjadi. Sejumlah warga Iran menilai pemimpin baru tersebut perlu tampil di hadapan publik, meskipun dalam kondisi masih mengalami cedera.
Baca Juga: Harry Kane Ungkap Momen Langka, Bermain Golf Bareng Donald Trump! Mojtaba Khamenei diketahui diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dengan dukungan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), salah satu institusi militer paling berpengaruh di negara tersebut. Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei yang memimpin Iran selama 37 tahun dimakamkan di kompleks makam suci paling dihormati di negara itu pada Jumat (10/7), setelah prosesi pemakaman yang dihadiri lautan pelayat, menurut laporan media pemerintah Iran.