Permintaan Tinggi, Penjualan SR020 Tembus di Atas Rp 21 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran sukuk ritel seri SR020 telah ditutup. Pemerintah menyambut positif minat investor pada penawaran ini.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, minat masyarakat terhadap penawaran SR020 sangat positif. Sebab, pemerintah berhasil mencatatkan penjualan di atas target.

Sebagai pengingat, pemerintah beberapa kali meningkatkan kuota pemesanan. Pada awal, target penjualan SR020 sebesar Rp 15 triliun. Lalu ditingkatkan menjadi Rp 17,5 triliun dan terakhir menjadi Rp 20 triliun.


Baca Juga: Target Penjualan SR020 Naik Jadi Rp 17 T, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback Rp 3 Juta

Namun, Dwi mengungkapkan pada perhitungan awal pasca penutupan hasilnya di atas Rp 21 triliun. "Resminya kami masih konsolidasi data, tetapi di atas Rp 21 triliun," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (27/3).

Di sisi lain, Dwi mengakui bahwa hasil tersebut masih berada di bawah penjualan SR019 pada September 2023. Sebelumnya, pemerintah mencatatkan penjualan SR019 sebesar Rp 25,33 triliun.

"Namun, ini capaian luar biasa di tengah persiapan masyarakat untuk Lebaran dan ada libur panjang di tengah-tengah penawaran SR020," sambungnya.

Sebagai informasi, tanggal jatuh tempo SR020-T3 yaitu pada 10 Maret 2027, sedangkan SR020-T5 jatuh tempo pada 10 Maret 2029. Minimal pemesanan dari kedua seri sebesar Rp 1 juta, sementara maksimum pemesanan SR020-T3 sebesar Rp 5 miliar, sedangkan SR020-T5 senilai Rp 10 miliar.    

Baca Juga: Kuota SR 020 Diperbesar, Cek Cara Investasi Sukuk Ritel Kupon 6,4% & Minim Risiko

Tanggal setelmen SR020 akan jatuh pada 3 April 2024, sementara itu tanggal pembayaran kupon pertama dilaksanakan pada 10 Mei 2024 dan pada tanggal 10 setiap bulannya. 

Adapun, SR020 bersifat tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan minimum holding period selama tiga kali pembayaran kupon. Itu artinya, SR020 dapat diperdagangkan mulai tanggal 11 Juli 2024 atau setelah berakhirnya minimum holding period.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli