Pemulihan Ekonomi Makin Solid, Menkeu Minta Investor Tak Khawatir



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia saat ini berlangsung kuat dan terarah, hasil dari perubahan strategi kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. 

Ia menilai keraguan pasar terhadap daya tahan pemulihan ekonomi tidak lagi relevan jika melihat fundamental dan arah kebijakan yang ditempuh.

Purbaya mengakui bahwa dalam dua tahun terakhir ekonomi Indonesia mengalami perlambatan signifikan, dengan titik terendah terjadi pada Agustus tahun lalu saat tekanan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. 


Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan presiden meminta dirinya untuk mengubah arah kebijakan ekonomi nasional.

Baca Juga: Status Tanggap Darurat Dicabut, Pencarian 140 Korban Hilang Bencana Sumatra Distop

"Sekarang ekonomi bergerak ke arah yang benar, terus berakselerasi. Karena itu, mereka merasa pemulihan ekonomi Indonesia akan rapuh karena pengalaman masa lalu. Tetapi setelah empat bulan apa yang terjadi di perekonomian, saya pikir jelas bahwa pemulihan ekonomi kuat dan akan semakin kuat," ujar Purbaya dalam forum Indonesia Economic Summit 2026, Selasa (3/2).

Ia menegaskan bahwa kebijakan yang ditempuh pemerintah tidak bersifat reaktif, melainkan dihitung secara matang. Salah satunya terlihat dari penanganan volatilitas pasar akibat perbaikan transparansi.

Menurutnya, penegakan transparansi justru akan mendorong investor kembali menilai ekonomi Indonesia berdasarkan fundamental yang kuat, seiring dengan perbaikan iklim usaha dan tata kelola pasar.

"Kita akan menerapkan transparansi di pasar dan orang-orang akan kembali melihat fundamental ekonomi yang kuat karena kita sedang memperbaiki kondisi ekonomi," katanya.

Di sisi fiskal, Purbaya menekankan bahwa pemerintah menjalankan kebijakan stimulus dengan tetap menjaga disiplin anggaran. Likuiditas diperkuat dan stimulus diberikan untuk mendorong pertumbuhan, namun tetap dalam batas kehati-hatian.

"Jadi meskipun ada stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal dibandingkan dengan Jepang, AS, dan negara-negara lain di dunia. Kami berada dalam posisi yang cukup baik," imbuh Purbaya.

Dengan kombinasi kebijakan yang terukur tersebut, Purbaya menilai Indonesia berada dalam posisi yang aman dan menjanjikan bagi investor.

"Jadi jangan khawatir berinvestasi di negara ini. Saya menteri yang pintar," pungkasnya.

Baca Juga: Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian yang Tak Patuh Instruksi Pemerintah Pusat

Selanjutnya: Indef Menilai Stimulus Rp 12 Triliun Belum Cukup Dongkrak Ekonomi pada Kuartal I-2026

Menarik Dibaca: Waspada Kolesterol Tinggi Mengintai, 5 Jus Ini Bisa jadi Solusi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: