KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih menghadapi tantangan untuk memulihkan profitabilitas secara berkelanjutan meski berhasil memangkas rugi bersih sebesar 94,5% secara tahunan menjadi Rp 12,91 miliar hingga September 2026. Beban keuangan yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang membayangi perbaikan kinerja perusahaan. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, peluang Kimia Farma untuk kembali membukukan laba bersih sepanjang 2026 masih cukup menantang. Pasalnya, perbaikan kinerja perusahaan belum konsisten sepanjang tahun ini. Kimia Farma sempat mencatatkan laba sekitar Rp 123,6 miliar pada kuartal I-2026. Namun, perusahaan kembali membukukan kerugian pada kuartal II dan III-2026.
Pemulihan Kimia Farma (KAEF) Belum Stabil, Beban Keuangan Jadi Tantangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih menghadapi tantangan untuk memulihkan profitabilitas secara berkelanjutan meski berhasil memangkas rugi bersih sebesar 94,5% secara tahunan menjadi Rp 12,91 miliar hingga September 2026. Beban keuangan yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang membayangi perbaikan kinerja perusahaan. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, peluang Kimia Farma untuk kembali membukukan laba bersih sepanjang 2026 masih cukup menantang. Pasalnya, perbaikan kinerja perusahaan belum konsisten sepanjang tahun ini. Kimia Farma sempat mencatatkan laba sekitar Rp 123,6 miliar pada kuartal I-2026. Namun, perusahaan kembali membukukan kerugian pada kuartal II dan III-2026.