KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mudik Lebaran 2018 tahun ini bakal menjadi kenangan indah tak terlupakan bagi sebagian orang. Banyaknya pilihan jalur mudik tentu merupakan memori yang bakal tertancap di benak para perindu udik. Arus mudik utama (mainstream) tentu dimotori oleh para pemudik yang penasaran menjajal jalur tol Pantai Utara (Pantura) Jawa. Iming-iming kombinasi jalan tol operasional dan tol fungsional yang nyaris sepenuhnya menghubungkan Jakarta-Surabaya sulit ditampik. Ketika demam tol Pantura melanda para calon pemudik, tiba-tiba muncul iming-iming baru: jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang membentang dari Pelabuhan Ratu di Sukabumi hingga Pacitan di Jawa Timur. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) mempromosikan jalur ini sebagai jalur mulus yang layak menjadi alternatif mudik.
Sebenarnya ini merupakan jalur lama bagi para wisatawan yang hendak menuju Pantai Ujung Genteng maupun Geopark Ciletuh. Jalur Pansela sendiri membentang beberapa kilometer lebih selatan lagi, persis di tepi laut. Kendati di awal-awal perjalanan di jalur ini Aris mengaku terkagum-kagum menikmati suguhan pemandangan, kelokan tak berkesudahan mengurangi konsentrasi pengemudi. "Jujur saya harus acungi jempol. Di bagian lain pulau Jawa dengan jumlah penduduk yang sangat jarang kondisi infrastruktur tergolong rapi," katanya mengenang. Kurang lebih butuh 6 jam bagi Aris untuk menempuh jarak dari Cigombong sampai di pesisir selatan pulau Jawa. Setelah melewati Cigaru, mobilnya mengarah ke kawasan pesisir lewat Kiara Lawang, dan beberapa jam kemudian ketemu desa pertama pesisir: Tegal Buleud.
Masuk ke jalur Pansela yang sesungguhnya, kondisi jalan relatif lebih lebar, kualitas pengaspalan juga bagus. Di jalur ini Aris seolah berjalan sendiri. Hampir sepanjang perjalanan tidak ada mobil lain, baik berpapasan mapun melaju searah. "Paling-paling ketemu mobil pengangkut padi silih berganti," tuturnya. Karena jalan lebar dan mulus, para pengendara sepeda motor seolah melaju bak pembalap di sirkuit. Setidaknya empat kali Aris hampir bertubrukan dengan pengendara sepeda motor.
Di pesisir selatan ini Aris dan rombongan berturut-turut melalui jalan Cidolog - Rambay - Argabinta - Ranca Buaya - Sindang Barang - Cidaun - Cicalobak - Pamengpeuk - Cijulang - Pangandaran. Sepanjang jaalur pesisir ini, Aris bersaksi bahwa pemandangan yang dia nikmati benar-benar mempesona. Ada 30 lebih muara sungai membentang di sepanjang pesisir. Hampir setiap muara menawarkan corak keindahan pantai yang berbeda-beda.
Enam jam harus dia tempuh dari Tegal Buleud sampai ke Pangandaran. Jika dihitung dari Jakarta, berarti 12 jam dia habiskan di perjalanan mudik kali ini. Jalan sepanjang pesisir Cijulang - Pangandaran sangat mulus dengan trek panjang seperti tol. "Saya bahkan bisa stabil di kecepatan 60 km - 80 km per jam untuk beberapa detik," tutur Aris.
Sebenarnya Aris berniat melanjutkan perjalanan ke Cilacap tetap di jalur Pansela, yaitu dengan menyusuri jalur Kalipucang - Kawunganten - Sidareja - Jeruklegi - Cilacap.