KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memastikan penataan atau perampingan (streamlining) industri asuransi yang dicanangkan pemerintah tidak akan mengganggu operasional maupun layanan perusahaan. Anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) yang berada di bawah Danantara ini menyatakan seluruh lini bisnis tetap berjalan optimal selama proses penataan berlangsung. Direktur Utama Askrindo R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, perseroan tetap berfokus menjaga kinerja, kualitas layanan, dan komitmen kepada mitra bisnis serta pemangku kepentingan.
“Kami memastikan proses streamlining ini berjalan tanpa mengganggu operasional perusahaan,” ujar Mahelan, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Askrindo Catat Volume Pertanggungan untuk KUR Rp 81,6 Triliun per Agustus 2026 Mahelan menegaskan, kesiapan Askrindo didukung fondasi keuangan dan tata kelola yang kuat. Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba setelah pajak konsolidasian sebesar Rp 1,69 triliun. Sementara itu, entitas induk Askrindo mencatatkan pendapatan penjaminan Rp 3,30 triliun dengan beban penjaminan Rp 1,90 triliun. Total aset konsolidasian Askrindo mencapai Rp 31 triliun pada periode yang sama. Kinerja tersebut ditopang strategi bisnis yang berhati-hati serta penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan atau Governance, Risk & Compliance (GRC). Perseroan juga memperkuat pengelolaan risiko melalui pengendalian profil risiko dan peningkatan kesadaran risiko di seluruh lini organisasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis di tengah penataan industri asuransi. Selain memperkuat tata kelola, Askrindo mempersiapkan diri menghadapi perubahan melalui penerapan standar akuntansi keuangan terbaru, yakni PSAK 117, serta percepatan transformasi digital. Menurut Mahelan, penerapan PSAK 117 pada laporan keuangan dapat meningkatkan transparansi dan menyelaraskan pelaporan perusahaan dengan praktik global.
Baca Juga: Askrindo Andalkan Diversifikasi dan Digitalisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Atas kinerjanya, Askrindo meraih penghargaan Special Award: Profit Growth Excellence for Insurance Company dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026.
Ke depan, Askrindo akan mempertahankan fokus bisnis pada penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Perseroan juga optimistis penataan BUMN asuransi dapat memperkuat kolaborasi dengan mitra perbankan, korporasi, dan instansi terkait. Sumber:
https://money.kompas.com/read/2026/10/15/213000426/askrindo--perampingan-bumn-asuransi-tak-ganggu-layanan-dan-operasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News