JAKARTA. Rencana pemerintah menata ulang frekuensi mengancam pelaku bisnis TV berbayar yakni Indovision. Pasalnya, penataan bakal mengurangi jatah frekuensi yang dimiliki Indovision dari 2.520-2.670 GHz atau selebar 150 Mhz di pita 2,5 Ghz. Menurut Arya Mahendra Sinulungga, Head Corporate Secretary PT MNC Sky Vision kerugian karena ancaman turunnya layanan pelanggan dan terhentinya rencana bisnis Indovision kedepan. "Kami seolah tidak punya kepastian dalam berbisnis," tuturnya menanggapi rencana tersebut, Senin (15/8). Pemerintah akan mengurangi jatah lebar pita frekuensi milik Indovision setelah frekuensi di pita 2,5 Ghz ini cocok untuk teknologi komunikasi long term evolution (LTE). Pemerintah menilai lebar pita 150 Mhz di pita 2,5 Ghz milik Indovision terlalu berlebih dan berpotensi menahan masuknya LTE karena frekuensi ini telah dipakai Indovision.
Penataan frekuensi ancam Indovision
JAKARTA. Rencana pemerintah menata ulang frekuensi mengancam pelaku bisnis TV berbayar yakni Indovision. Pasalnya, penataan bakal mengurangi jatah frekuensi yang dimiliki Indovision dari 2.520-2.670 GHz atau selebar 150 Mhz di pita 2,5 Ghz. Menurut Arya Mahendra Sinulungga, Head Corporate Secretary PT MNC Sky Vision kerugian karena ancaman turunnya layanan pelanggan dan terhentinya rencana bisnis Indovision kedepan. "Kami seolah tidak punya kepastian dalam berbisnis," tuturnya menanggapi rencana tersebut, Senin (15/8). Pemerintah akan mengurangi jatah lebar pita frekuensi milik Indovision setelah frekuensi di pita 2,5 Ghz ini cocok untuk teknologi komunikasi long term evolution (LTE). Pemerintah menilai lebar pita 150 Mhz di pita 2,5 Ghz milik Indovision terlalu berlebih dan berpotensi menahan masuknya LTE karena frekuensi ini telah dipakai Indovision.