Penawaran IPO Paypay Milik SofBank di AS Diperkirakan Dipatok di Bawah Harga



KONTAN.CO.ID - TOKYO/NEW YORK. Rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) perusahaan pembayaran digital PayPay milik SoftBank di Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan dipatok di kisaran harga bawah. 

Kondisi pasar yang bergejolak akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa minat investor sebenarnya sangat kuat. "Buku pesanan sudah kelebihan permintaan lebih dari lima kali," ujar salah satu sumber yang mengetahui transaksi tersebut.


Dalam dokumen penawaran, PayPay menawarkan sekitar 55 juta American Depositary Shares dengan kisaran harga US$ 17 hingga US$ 20 per saham. 

Baca Juga: SoftBank Akuisisi DigitalBridge US$ 4 Miliar untuk Perkuat Portofolio AI

Jika harga ditetapkan di kisaran tersebut, valuasi perusahaan bisa mencapai sekitar US$ 13,4 miliar. Penetapan harga final dijadwalkan dilakukan setelah penutupan perdagangan pasar AS.

Sejumlah investor besar juga telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi dalam IPO ini, termasuk Tencent, layanan pembayaran digital Alipay milik Ant Group, serta raksasa teknologi Google yang berada di bawah induk usaha Alphabet.

PayPay merupakan salah satu pemain utama dalam mendorong masyarakat Jepang beralih dari pembayaran tunai ke pembayaran digital melalui berbagai program insentif dan cashback pada aplikasinya.

Hingga kini, platform tersebut memiliki lebih dari 70 juta pengguna terdaftar.

Meski demikian, perjalanan PayPay menuju IPO tidak sepenuhnya mulus. Roadshow IPO perusahaan sempat ditunda setelah pasar global terguncang akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: SoftBank Bidik US$14 Miliar dari IPO PayPay di AS

Sebelumnya, rencana IPO juga pernah ditunda pada tahun lalu karena penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat yang menghambat proses regulasi.

Jika terlaksana, pencatatan PayPay di bursa AS akan menjadi IPO besar berikutnya dari investasi mayoritas SoftBank setelah keberhasilan pencatatan saham perusahaan desain chip Arm Holdings pada 2023.

Saat itu, Arm melantai di bursa dengan valuasi sekitar US$54,5 miliar dan kini kapitalisasi pasarnya telah mendekati US$130 miliar.

PayPay berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode perdagangan “PAYP”.

Dalam proses penawaran ini, sejumlah bank investasi besar bertindak sebagai penjamin emisi, termasuk Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Mizuho Financial Group, dan Morgan Stanley.

Prospek pasar IPO di Amerika Serikat sendiri diperkirakan akan kembali menggeliat dalam beberapa tahun ke depan. 

Baca Juga: Indeks Nikkei Merosot Dipicu Pelemahan Saham SoftBank, Momentum Pasca Pemilu Memudar

Goldman Sachs memperkirakan dana yang dihimpun dari IPO berpotensi melonjak hingga empat kali lipat menjadi sekitar US$160 miliar pada 2026, dengan sejumlah calon emiten besar seperti SpaceX milik Elon Musk serta perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dan Anthropic yang disebut-sebut berpotensi melantai di bursa.