Penawaran Lelang SUN Tembus Rp 74,95 Triliun, Pemerintah Hanya Serap Rp 40 Triliun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah kembali menyerap dana dari pasar melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (28/4). Dalam lelang kali ini, minat investor terbilang tinggi dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp 74,95 triliun.

Mengacu pada hasil lelang yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dari total penawaran yang masuk. pemerintah hanya memenangkan dana sebesar Rp 40 triliun dari sembilan seri yang ditawarkan.

Seri yang dilelang meliputi SPN01260530, SPN12260730, SPN12270429, serta obligasi fixed rate FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.


Baca Juga: Ditopang Kenaikan Pendapatan, Laba Bersih Indosat (ISAT) Tumbuh Double Digit

Dari sisi komposisi, penawaran terbesar datang dari seri FR0109 yang mencapai Rp 34,74 triliun, diikuti FR0108 sebesar Rp 9,22 triliun dan FR0107 sebesar Rp 7,05 triliun.

Sementara itu, untuk nominal yang dimenangkan, pemerintah paling banyak menyerap dana dari seri FR0109 sebesar Rp 15,75 triliun. Disusul FR0107 senilai Rp 5,15 triliun dan SPN12270429 sebesar Rp 4,4 triliun.

Dari sisi imbal hasil (yield), SUN jangka pendek atau SPN dimenangkan pada kisaran 4,89% hingga 5,55%. Rinciannya, SPN01260530 pada level 4,89%, SPN12260730 sebesar 5,40%, dan SPN12270429 di level 5,55%.

Adapun untuk obligasi tenor panjang, yield yang dimenangkan berada di kisaran 6,63% hingga 6,87%. Seri FR0109 dimenangkan pada yield 6,635%, FR0108 sebesar 6,81%, FR0106 di level 6,82%, dan FR0107 sebesar 6,75%.

Sementara itu, seri tenor sangat panjang seperti FR0102 dan FR0105 masing-masing dimenangkan pada yield 6,86% dan 6,88%.

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rekor Terburuk, Ditutup di Rp 17.326 Per Dolar AS Hari Ini (29/4)

Indikator bid to cover ratio (BTC) menunjukkan tingkat kompetisi lelang yang cukup bervariasi, dengan rasio tertinggi tercatat pada SPN01260530 sebesar 3,44 kali, sementara yang terendah pada SPN12270429 sebesar 1,04 kali.

Adapun seluruh hasil lelang ini akan diselesaikan (settlement) pada 30 April 2026.

Dengan hasil ini, pemerintah menunjukkan tetap kuatnya permintaan investor terhadap SBN, di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih berfluktuasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News