Penawaran SR025 Berakhir, Dana Dihimpun Tembus Rp 29,77 Triliun dari 93.548 Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masa penawaran Sukuk Ritel (SR) seri SR025 telah berakhir pada 16 September 2026. Selama masa penawaran, SR025 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 29,77 triliun dari 93.548 investor.

Untuk diketahui, SR025 menawarkan dua pilihan tenor, yakni SR025T3 dengan tenor tiga tahun dan imbal hasil 6,80% per tahun, serta SR025T5 dengan tenor lima tahun dan imbal hasil 6,90% per tahun.

SR025T3 memiliki jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 jatuh tempo pada 10 September 2031. Imbal hasil dibayarkan setiap bulan, dengan pembayaran pokok dan imbal hasil dijamin oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku.


Baca Juga: Wall Street Dibuka Naik Kamis (17/9), Harga Minyak Turun Redakan Kekhawatiran Inflasi

Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, dari total dana tersebut, pemesanan SR025T3 mencapai Rp 24,935 triliun, sedangkan SR025T5 sebesar R p4,835 triliun.

"Total dana yang berhasil dihimpun melalui SR025 sebesar Rp 29,77 triliun, dengan rincian SR025T3 Rp 24,935 triliun dan SR025T5 Rp 4,835 triliun. Jumlah investor yang berpartisipasi sebanyak 93.548 investor," ujar Deni kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).

Setelah masa penawaran ditutup, DJPPR masih akan melakukan rekonsiliasi data dengan para Mitra Distribusi sebelum menetapkan hasil penerbitan SR025. Penetapan hasil penerbitan tersebut dijadwalkan pada Senin, 21 September 2026.

Dengan berakhirnya masa penawaran SR025, realisasi penerbitan SBN Ritel sepanjang 2026 telah mencapai Rp 124,2 triliun. Realisasi tersebut berasal dari lima penerbitan, yaitu ORI029, SR024, ST016, ORI030, dan SR025.

Setelah penerbitan SR025, pemerintah masih akan melanjutkan penerbitan SBN Ritel sesuai kebutuhan pembiayaan yang telah ditetapkan. Deni mengatakan, pelaksanaan penerbitan berikutnya tetap akan mempertimbangkan kondisi APBN.

"Untuk penerbitan selanjutnya, kami akan menyesuaikan dengan target yang telah ditetapkan dengan memperhatikan keseimbangan APBN," kata Deni.

Dengan realisasi Rp 124,2 triliun tersebut, pemerintah selanjutnya akan menentukan penerbitan SBN Ritel berikutnya dengan mempertimbangkan target pembiayaan serta keseimbangan APBN.

Baca Juga: Saham PACK Kembali Diperdagangkan, Analis Wanti-wanti Risiko Profit Taking

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News