KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini telah menetapkan harga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 168 per lembar saham. Harga tersebut berada di kisaran harga penawaran awal senilai Rp 150 -Rp 170 per lembar saham. BSA Logistics Indonesia akan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan begitu, perusahaan akan meraup dana segara sebesar Rp 302,4 miliar. Masa penawaran awal atau bookbuilding saham IPO WBSA telah digelar pada 25 – 27 Maret 2026. Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 1 – 8 April 2026. Sedangkan pencatatan di BEI akan digelar pada 10 April 2026.
Baca Juga: BSA Logistics Tetapkan Harga IPO di Level Rp 168 per Saham PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) melihat momentum IPO ini menghadirkan peluang bagi investor pasar modal Indonesia. Melalui aplikasi digital IPOT, investor kini dapat mengakses dan memesan saham e-IPO WBSA dengan lebih mudah, cepat, dan efisien. IPOT menghadirkan aplikasi yang memberikan sejumlah keunggulan bagi investor dalam mengakses e-IPO, termasuk sistem refund dana cepat serta tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan. Lebih dari itu, aplikasi IPOT juga menghadirkan fitur indikator real-time yang membantu investor membaca pergerakan saham IPO sejak hari pertama perdagangan. “Kami melihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat,” kata Chief Marketing Officer IPO Sergio Ticoalu dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026). Melalui aplikasi IPOT, investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis tanpa harus berpindah aplikasi. Prosesnya meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi. Kemudahan cara beli saham di IPOT ini dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel.
Baca Juga: Segera IPO, BSA Logistics Indonesia Bidik Dana Segar Rp 306 Miliar “Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” tambah Sergio. Kondisi tersebut akan mempermudah akses Investor untuk dapat memantau status penjatahan secara real-time melalui aplikasi. Mengacu pada SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini dijamin mendapat penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk Golongan III. Kebijakan ini memperluas akses investor ritel di pasar saham.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan sebesar 10% dari total nilai IPO atau Rp30,6 miliar per SID, serta memastikan ketersediaan dana dalam sistem “No Funds, No Order”. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) guna memperkuat bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi WBSA di industri logistik nasional. IPO WBSA menjadi peluang diversifikasi portofolio ke sektor logistik yang tengah berkembang. Melalui aplikasi IPOT, investor dapat memesan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis. “Kami mendorong investor memanfaatkan momentum IPO ini dengan strategi matang dan berbasis informasi. Aplikasi IPOT hadir sebagai partner investasi, dari pemula hingga profesional,” tutup Sergio. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News